<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Sekedar Bacaan Penentram Rohani</title>
	<atom:link href="http://religi.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://religi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 06:05:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Puasa ala Kejawen oleh cantrik noyogenggong</title>
		<link>http://religi.wordpress.com/2007/02/05/puasa-ala-kejawen/#comment-282</link>
		<dc:creator>cantrik noyogenggong</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 06:05:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://religi.wordpress.com/2007/02/05/puasa-ala-kejawen/#comment-282</guid>
		<description>jangan bilang agama langit dan agama bumi, itu konsep yang dibawa orang dengan maksud pilitik tertentu. tok kita  tinggal di bumi, kalau anda mengatakan agama langit atau ikut agama langit kenapa anda tidak tinggal di langit, sebelum anda beragama dan berbicara tentang agama sebaiknya anda tahu sejarah awal agama dan budayanya kondidi apa yang terjadi  dan apa yang dilakukan. kalau benar dikatakan agama sebaiknya benar buat diri kita sendiri, benar buat orang lain, tidak merugikan diri sendiri, tidak merugikan orang lain, dan bahkan tidak melakukan kesalahan sedikitpun walaupun itu lewat ucapan, berbuatan dan pikiran apa bila itu masih dilanggar tidaklah pantas disebut keyakinan agama yang benar dan mutlak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jangan bilang agama langit dan agama bumi, itu konsep yang dibawa orang dengan maksud pilitik tertentu. tok kita  tinggal di bumi, kalau anda mengatakan agama langit atau ikut agama langit kenapa anda tidak tinggal di langit, sebelum anda beragama dan berbicara tentang agama sebaiknya anda tahu sejarah awal agama dan budayanya kondidi apa yang terjadi  dan apa yang dilakukan. kalau benar dikatakan agama sebaiknya benar buat diri kita sendiri, benar buat orang lain, tidak merugikan diri sendiri, tidak merugikan orang lain, dan bahkan tidak melakukan kesalahan sedikitpun walaupun itu lewat ucapan, berbuatan dan pikiran apa bila itu masih dilanggar tidaklah pantas disebut keyakinan agama yang benar dan mutlak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Puasa ala Kejawen oleh cantrik noyogenggong</title>
		<link>http://religi.wordpress.com/2007/02/05/puasa-ala-kejawen/#comment-281</link>
		<dc:creator>cantrik noyogenggong</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 05:58:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://religi.wordpress.com/2007/02/05/puasa-ala-kejawen/#comment-281</guid>
		<description>nak jowo- yo jowo ajo dicampur-campur nine nasionalisme tapi budaya arab, india, cina, eropa kok dibawa, jangan mentang-mentang itu agama agama yang diyakini terus kacang lupa kulitnya, bahkan menjelekan bangsa dan budaya sendiri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nak jowo- yo jowo ajo dicampur-campur nine nasionalisme tapi budaya arab, india, cina, eropa kok dibawa, jangan mentang-mentang itu agama agama yang diyakini terus kacang lupa kulitnya, bahkan menjelekan bangsa dan budaya sendiri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Puasa ala Kejawen oleh cantrik noyogenggong</title>
		<link>http://religi.wordpress.com/2007/02/05/puasa-ala-kejawen/#comment-280</link>
		<dc:creator>cantrik noyogenggong</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 05:55:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://religi.wordpress.com/2007/02/05/puasa-ala-kejawen/#comment-280</guid>
		<description>kulo tiyang alit inhkang jublub ambelelu kotonge seserepan  derek seserepan agennipun metawis kejawen,ingkang badhe kulo tangletaken punopo kakang kawah adi ari-ari , lan sadulur pancer puniko awit kulo dereng mangertos menawi kejawen dipun campur kaleh agemi macem-macem, baten asli dumateng pangeran kang dumadi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kulo tiyang alit inhkang jublub ambelelu kotonge seserepan  derek seserepan agennipun metawis kejawen,ingkang badhe kulo tangletaken punopo kakang kawah adi ari-ari , lan sadulur pancer puniko awit kulo dereng mangertos menawi kejawen dipun campur kaleh agemi macem-macem, baten asli dumateng pangeran kang dumadi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kitab Negara Kertagama (terjemahan) oleh Roy Ilham</title>
		<link>http://religi.wordpress.com/2007/03/16/kitab-negara-kertagama-terjemahan/#comment-279</link>
		<dc:creator>Roy Ilham</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 05:42:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://religi.wordpress.com/2007/03/16/kitab-negara-kertagama-terjemahan/#comment-279</guid>
		<description>Naskah NegaraKertagama yg ditulis oleh Mpu Prapanca itu pada masa Majapahit dahulu sebetulnya adalah merupakan catatan keseharian dan hal-hal menarik lainnya tentang raja, kehidupan masyarakatnya, wilayah-wilayah kekuasaan kerajaan, dan petikan-petikan tertentu lainnya sebagai bentuk karya sastra dan penghormatan kepada yang tengah berkuasa di jamannya. Di jaman sekarang, yang melakukan hal seperti itu biasanya penulis-penulis yang kemudian menuliskan catatan biografi tentang presidennya, kehidupan di masa pemerintahannya, dan dia mendapatkan bayaran atas hal tersebut. Sedangkan pada masa Majapahit dahulu, penulis adalah seorang biksu Budha, yang kesehariannya hidup di lingkungan istana, dan karyanya tersebut sepertinya lebih tepat ditujukan untuk merekam dan kemudian menjadi arsip Majapahit di masa kehidupannya, sesuai dengan hal-hal yang biasa terjadi di masa tersebut. Karya tersebut juga merupakan hal wajib yang harus dimiliki sebuah kerajaan di masa tersebut sebagai suatu catatan sejarah tertulis, untuk menjadi sebuah ringkasan keterangan tentang sebuah kerajaan yang besar dan diakui, yang dalam istilah sekarang biasa disebut dengan Undang-Undang ataupun dalam perusahaan disebut dengan &#039;Company Profile&#039;. Dan bagi raja, ratu, ataupun penguasa kerajaan dahulu, bentuk sastra ini juga merupakan sebuah bentuk karya penghormatan bagi mereka, dan sejarah mencatat bahwa pada masa-masa kerajaan tempo dulu yang sudah menemukan tulisan dan bisa mencatat berbagai hal, rajanya sendiri yang biasanya menitahkan kepada biksunya, menterinya, atau penasihatnya untuk menuliskan masa pemerintahannya kepada mereka yang disebut dengan pujangga atau penyair tersebut, yang biasanya memang dipikul oleh kalangan terpelajar di masa tersebut, dan di masa Majapahit tersebut, tugas penulisannya disandang oleh para biksu Budha yang menjadi agama kepercayaan sang raja. Karya sastra ini, sesuai dengan jaman pembuatannya, harganya tidak ternilai, dan tidak perlu memperdebatkan asli tidaknya. Yang harus diperhatikan adalah kedalaman bahasa di jaman tersebut, yang lebih sering memberikan artian yang lebih luas lagi untuk digambarkan, tidak sesingkat apa yang disampaikannya. Info-info yang paling berharga di dalamnya adalah kepastian waktu, tanggal, nama tokoh, dan beberapa gambaran jelas tentang kehidupan di masa tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Naskah NegaraKertagama yg ditulis oleh Mpu Prapanca itu pada masa Majapahit dahulu sebetulnya adalah merupakan catatan keseharian dan hal-hal menarik lainnya tentang raja, kehidupan masyarakatnya, wilayah-wilayah kekuasaan kerajaan, dan petikan-petikan tertentu lainnya sebagai bentuk karya sastra dan penghormatan kepada yang tengah berkuasa di jamannya. Di jaman sekarang, yang melakukan hal seperti itu biasanya penulis-penulis yang kemudian menuliskan catatan biografi tentang presidennya, kehidupan di masa pemerintahannya, dan dia mendapatkan bayaran atas hal tersebut. Sedangkan pada masa Majapahit dahulu, penulis adalah seorang biksu Budha, yang kesehariannya hidup di lingkungan istana, dan karyanya tersebut sepertinya lebih tepat ditujukan untuk merekam dan kemudian menjadi arsip Majapahit di masa kehidupannya, sesuai dengan hal-hal yang biasa terjadi di masa tersebut. Karya tersebut juga merupakan hal wajib yang harus dimiliki sebuah kerajaan di masa tersebut sebagai suatu catatan sejarah tertulis, untuk menjadi sebuah ringkasan keterangan tentang sebuah kerajaan yang besar dan diakui, yang dalam istilah sekarang biasa disebut dengan Undang-Undang ataupun dalam perusahaan disebut dengan &#8216;Company Profile&#8217;. Dan bagi raja, ratu, ataupun penguasa kerajaan dahulu, bentuk sastra ini juga merupakan sebuah bentuk karya penghormatan bagi mereka, dan sejarah mencatat bahwa pada masa-masa kerajaan tempo dulu yang sudah menemukan tulisan dan bisa mencatat berbagai hal, rajanya sendiri yang biasanya menitahkan kepada biksunya, menterinya, atau penasihatnya untuk menuliskan masa pemerintahannya kepada mereka yang disebut dengan pujangga atau penyair tersebut, yang biasanya memang dipikul oleh kalangan terpelajar di masa tersebut, dan di masa Majapahit tersebut, tugas penulisannya disandang oleh para biksu Budha yang menjadi agama kepercayaan sang raja. Karya sastra ini, sesuai dengan jaman pembuatannya, harganya tidak ternilai, dan tidak perlu memperdebatkan asli tidaknya. Yang harus diperhatikan adalah kedalaman bahasa di jaman tersebut, yang lebih sering memberikan artian yang lebih luas lagi untuk digambarkan, tidak sesingkat apa yang disampaikannya. Info-info yang paling berharga di dalamnya adalah kepastian waktu, tanggal, nama tokoh, dan beberapa gambaran jelas tentang kehidupan di masa tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Puasa ala Kejawen oleh dharmma kresna</title>
		<link>http://religi.wordpress.com/2007/02/05/puasa-ala-kejawen/#comment-278</link>
		<dc:creator>dharmma kresna</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 14:03:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://religi.wordpress.com/2007/02/05/puasa-ala-kejawen/#comment-278</guid>
		<description>saya ingin sekali berpuasa ala kejawen tapi saya sangat sulit menjalankanya karena tidak ada gurunya langsung. saya pingin cari yang mau menajari saya tentang tata cara puasa atau tirakatan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya ingin sekali berpuasa ala kejawen tapi saya sangat sulit menjalankanya karena tidak ada gurunya langsung. saya pingin cari yang mau menajari saya tentang tata cara puasa atau tirakatan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Puasa ala Kejawen oleh thinox</title>
		<link>http://religi.wordpress.com/2007/02/05/puasa-ala-kejawen/#comment-277</link>
		<dc:creator>thinox</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 04:03:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://religi.wordpress.com/2007/02/05/puasa-ala-kejawen/#comment-277</guid>
		<description>semua yang ada didunia ini adalah kehendak-NYA, baik, buruk, benar, salah, hanya dengan niat karena-NYA kita serahkan hidup ini, puasa kejawen atau puasa dalam islam kalau niatnya hanya karena-NYA pasti DIA akan meridhoi. Amiin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semua yang ada didunia ini adalah kehendak-NYA, baik, buruk, benar, salah, hanya dengan niat karena-NYA kita serahkan hidup ini, puasa kejawen atau puasa dalam islam kalau niatnya hanya karena-NYA pasti DIA akan meridhoi. Amiin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hakikat oleh ali ibrahim</title>
		<link>http://religi.wordpress.com/2007/02/01/hakikat/#comment-276</link>
		<dc:creator>ali ibrahim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 17:07:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://religi.wordpress.com/2007/02/01/hakikat/#comment-276</guid>
		<description>tiada apa yg prlu d gusarkan pd ilmu Allah slagi berlandaskn Al-Quran &amp; hadis.. slagi d hati ikhlas pd jln Nya, pasti kta akn berada d landasan Nya.
hanya mreka yg ikhlas &amp; berguru berlandaskn pd keikhlasn akn ktemu diri yg sbenar-benar diri... suatu prtemuan yg maha indah &amp; tiada apa yg dpt menggmbarkan nya.

hanya mreka yg mengenal dri yg sbenar benar dri akn mengenal tuhannya.. Dia lah yg maha Agung!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tiada apa yg prlu d gusarkan pd ilmu Allah slagi berlandaskn Al-Quran &amp; hadis.. slagi d hati ikhlas pd jln Nya, pasti kta akn berada d landasan Nya.<br />
hanya mreka yg ikhlas &amp; berguru berlandaskn pd keikhlasn akn ktemu diri yg sbenar-benar diri&#8230; suatu prtemuan yg maha indah &amp; tiada apa yg dpt menggmbarkan nya.</p>
<p>hanya mreka yg mengenal dri yg sbenar benar dri akn mengenal tuhannya.. Dia lah yg maha Agung!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kitab Negara Kertagama (terjemahan) oleh Taningsun</title>
		<link>http://religi.wordpress.com/2007/03/16/kitab-negara-kertagama-terjemahan/#comment-275</link>
		<dc:creator>Taningsun</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 16:43:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://religi.wordpress.com/2007/03/16/kitab-negara-kertagama-terjemahan/#comment-275</guid>
		<description>mengapa kita meributkan asli tidaknya Naskah NegaraKertagama. kebenaran itu sejatinya ada pada anda semua.tapi di atas benar itu ada kesejatian. jangan dilihat hanya dari asli tidaknya, tapi pandanglah dari sisi pesan moral, filosofis, tattwa, dan budi pekerti didalamnya. ada maksud yg hendak di sampaikan. jadikan itu sebagai cermin, bahwa inilah saya sesungguhnya, sebagai cerminan diri. Singgih pakulun, Beliau yg mengarang pun menyamarkan nama-Nya dengan nama samaran Mpu Tanakung (tanpa cinta), Mpu Tantular. beliau tidak mau dikenal,,,
namun karya2 beliau sungguh luarbiasa.
kapan lagi kita menemukan pujangga2 besar sekelas beliau...???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mengapa kita meributkan asli tidaknya Naskah NegaraKertagama. kebenaran itu sejatinya ada pada anda semua.tapi di atas benar itu ada kesejatian. jangan dilihat hanya dari asli tidaknya, tapi pandanglah dari sisi pesan moral, filosofis, tattwa, dan budi pekerti didalamnya. ada maksud yg hendak di sampaikan. jadikan itu sebagai cermin, bahwa inilah saya sesungguhnya, sebagai cerminan diri. Singgih pakulun, Beliau yg mengarang pun menyamarkan nama-Nya dengan nama samaran Mpu Tanakung (tanpa cinta), Mpu Tantular. beliau tidak mau dikenal,,,<br />
namun karya2 beliau sungguh luarbiasa.<br />
kapan lagi kita menemukan pujangga2 besar sekelas beliau&#8230;???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kitab Negara Kertagama (terjemahan) oleh abu al hasan</title>
		<link>http://religi.wordpress.com/2007/03/16/kitab-negara-kertagama-terjemahan/#comment-274</link>
		<dc:creator>abu al hasan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 16:58:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://religi.wordpress.com/2007/03/16/kitab-negara-kertagama-terjemahan/#comment-274</guid>
		<description>sangat mengharukan bagi kami, trah Majapahit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sangat mengharukan bagi kami, trah Majapahit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hakikat oleh raziff</title>
		<link>http://religi.wordpress.com/2007/02/01/hakikat/#comment-273</link>
		<dc:creator>raziff</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 02:22:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://religi.wordpress.com/2007/02/01/hakikat/#comment-273</guid>
		<description>teringin utk bertemu saudara..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>teringin utk bertemu saudara..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
