:: PUASA ala KEJAWEN ::-
Puasa dan tapa adalah dua hal yang sangat penting bagi peningkatan spiritual seseorang. Disemua ajaran agama biasanya disebutkan tentang puasa ini dengan berbagai versi yang berbeda.
Menurut sudut pandang spiritual metafisik, puasa mempunyai efek yang sangat baik dan besar terhadap tubuh dan fikiran. Puasa dengan cara supranatural mengubah sistem molekul tubuh fisik dan eterik dan menaikkan vibrasi/getarannya sehingga membuat tubuh lebih sensitif terhadap energi/kekuatan supranatural sekaligus mencoba membangkitkan kemampuan indera keenam seseorang. Apabila seseorang telah terbiasa melakukan puasa, getaran tubuh fisik dan eteriknya akan meningkat sehingga seluruh racun,energi negatif dan makhluk eterik negatif yang ada didalam tubuhnya akan keluar dan tubuhnya akan menjadi bersih. Setelah tubuhnya bersih maka roh-roh suci pun akan datang padanya dan menyatu dengan dirinya membantu kehidupan nya dalam segala hal.
Didalam peradaban/tradisi pendalaman spiritual ala kejawen, seorang penghayat kejawen biasa melakukan puasa dengan hitungan hari tertentu (biasanya berkaitan dengan kalender jawa). Hal tersebut dilakukan untuk menaikkan kekuatan dan kemampuan spiritual metafisik mereka dan untuk memperkuat hubungan mereka dengan saudara kembar gaib mereka yang biasa disebut SADULUR PAPAT KALIMA PANCER.
apapun nama dan pelaksanaan puasa, bila puasa dilakukan dengan niat yang tulus, maka tak mungkin akan membuat manusia yang melakoninya celaka. Bahkan medis mampu membuktikan betapa puasa memberikan efek yang baik bagi tubuh, terutama untuk mengistirahatkan oragan-oragan pencernaan.
Intinya adalah ketika seseorang berpuasa dengan ikhlas, maka orang tersebut akan terbersihkan tubuh fisik dan eteriknya dari segala macam kotoran. Ada suatu konsep spiritual yang berbunyi “matikanlah dirimu sebelum engkau mati”, arti dari konsep tersebut kurang lebih kalau kita sering ‘menyiksa’ tubuh maka jiwa kita akan menjadi kuat. Karena yang hidup adalah jiwa, raga akan musnah suatu saat nanti. Itulah sedikit konsep spiritual jawa yang banyak dikenal. Para penghayat kejawen telah ‘menemukan’ metode-metode untuk membangkitkan spirit kita agar kita menjadi manusia yang kuat jiwanya dan luas alam pemikirannya, salah satunya yaitu dengan menemukan puasa-puasa dengan tradisi kejawen. Atas dasar konsep ‘antal maut qoblal maut’ diatas puasa-puasa ini ditemukan dan tidak lupa peran serta para ghaib, arwah leluhur serta roh-roh suci yang membantu membimbing mereka dalam peningkatan spiritualnya.
>>> Macam-macam puasa ala Kejawen :
1. Mutih
Dalam puasa mutih ini seseorang tdk boleh makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air putih saja. Nasi putihnya pun tdk boleh ditambah apa-apa lagi (seperti gula, garam dll.) jadi betul-betul hanya nasi putih dan air puih saja. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra ini : “niat ingsun mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahirdipun ijabahi gusti allah.”
2. Ngeruh
Dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh memakan sayuran / buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur dsb.
3. Ngebleng
Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahaya-pun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam melakoni puasa ini diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang air saja.
4. Pati geni
Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaanya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai pispot atau yang lainnya). Ini adalah mantra puasa patigeni : “niat ingsun patigeni, amateni hawa panas ing badan ingsun, amateni genine napsu angkara murka krana Allah taala”.
5. Ngelowong
Puasa ini lebih mudah dibanding puasa-puasa diatas Seseorang yang melakoni puasa Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja (dalam 24 jam). Diperbolehkan keluar rumah.
6. Ngrowot
Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja! Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.
7. Nganyep
Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih , perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.
8. Ngidang
Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja, dan air putih saja. Selain daripada itu tidak diperbolehkan.
9. Ngepel
Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari.
10. Ngasrep
Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.
11. Senin-kamis
Puasa ini dilakukan hanya pada hari senin dan kamis saja seperti namanya. Puasa ini identik dengan agama islam. Karena memang Rasulullah SAW menganjurkannya.
12. Wungon
Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.
13. Tapa Jejeg
Tidak duduk selama 12 jam
14. Lelono
Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh (waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri).
15. Kungkum
Kungkum merupakan tapa yang sangat unik. Banyak para pelaku spiritual merasakan sensasi yang dahsyat dalam melakukan tapa ini. Tatacara tapa Kungkum adalah sebagai beikut :
a) Masuk kedalam air dengan tanpa pakaian selembar-pun dengan posisi bersila (duduk) didalam air dengan kedalaman air se tinggi leher.
b) Biasanya dilakukan dipertemuan dua buah sungai
c) Menghadap melawan arus air
d) Memilih tempat yang baik, arus tidak terlalu deras dan tidak terlalu banyak lumpur didasar sungai
e) Lingkungan harus sepi, usahakan tidak ada seorang manusiapun disana
f) Dilaksanakan mulai jam 12 malam (terkadang boleh dari jam 10 keatas) dan dilakukan lebih dari tiga jam (walau ada juga yang memperbolehkan pengikutnya kungkum hanya 15 menit).
g) Tidak boleh tertidur selama Kungkum
h) Tidak boleh banyak bergerak
i) Sebelum masuk ke sungai disarankan untuk melakukan ritual pembersihan (mandi dulu)
j) Pada saat akan masuk air baca mantra ini :
“ Putih-putih mripatku Sayidina Kilir, Ireng-ireng mripatku Sunan Kali Jaga, Telenging mripatku Kanjeng Nabi Muhammad.”
k) Pada saat masuk air, mata harus tertutup dan tangan disilangkan di dada
l) Nafas teratur
m) Kungkum dilakukan selama 7 malam biasanya
16. Ngalong
Tapa ini juga begitu unik. Tapa ini dilakuakn dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.
17. Ngeluwang
Tapa Ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Tapa Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sangat sepi. Setelah seseorang selesai dari tapa ini, biasanya keluar dari kubur maka akan melihat hal-hal yang mengerikan (seperti arwah gentayangan, jin dlsb). Sebelum masuk kekubur, disarankan baca mantra ini :
“ Niat ingsun Ngelowong, anutupi badan kang bolong siro mara siro mati, kang ganggu maang jiwa insun, lebur kaya dene banyu krana Allah Ta’ala.”
Dalam melakoni puasa-puasa diatas, bagi pemula sangatlah berat jika belum terbiasa. Oleh karena itu disini akan dibekali dengan ilmu lambung karang. Ilmu ini berfungsi untuk menahan lapar dan dahaga. Dengan kata lain ilmu ini dapat sangat membantu bagi oarang-orang yang masih ragu-ragu dalam melakoni puasa-puasa diatas. Selain praktis dan mudah dipelajari, sebenarnya ilmu lambung karang ini berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang kebanykan harus ditebus/dimahari dengan puasa. Selain itu syarat atau cara mengamalkannyapun sangat mudah, yaitu :
1. Mandi keramas/jinabat untuk membersihkan diri dari segala macam kekotor
2. Menjaga hawa nafsu.
3. Baca mantra lambung karang ini sebanyak 7 kali setelah shalat wajib 5 waktu, yaitu :
Bismillahirrahamanirrahim
Cempla cempli gedhene
Wetengku saciplukan bajang
Gorokanku sak dami aking
Kapan ingsun nuruti budine
Aluamah kudu amangan wareg
Ngungakna mekkah madinah
Wareg tanpa mangan
Kapan ingsun nuruti budine
Aluamah kudu angombe
Ngungakna segara kidul
Wareg tanpa angombe
Laailahaillallah Muhammad Rasulullah
Selain melakoni puasa-puasa diatas masyarakat kejawen juga melakukan puasa-puasa yang diajarkan oleh agama islam, seperti puasa ramadhan, senin kamis, puasa 3 hari pada saat bulan purnama, puasa Nabi Daud AS dll. Inti dari semua lakon mereka tujuannya hanya satu yaitu mendekatkan diri dengan Allah SWT agar diterima iman serta islam mereka.
April 2, 2007 pukul 1:34 pm |
pingin tau lebih jelas lagi dong
April 3, 2007 pukul 2:13 pm |
saya mau lihat doa sadulur papat kalima pancer .doa atau niat dan bacaannya niat puasa senin kamis terus sama saya pernah buka untuk ilmu kebal saya lupa bukanya diapa . terima kasih
April 19, 2007 pukul 6:14 am |
Puuunteeen……Lam Kenal Yaach
Kalau nggak salah saya pernah artikel ini dimanaaaaaaa gitu….sebagian ada yang di http://www.kaskus.us apa yaach….!!!!!!
Hehehehehehe
September 14, 2007 pukul 8:53 pm |
saya ingin sangat berguru dengan penulis dan mempelajari secara langsung tatacara puasa
Oktober 19, 2007 pukul 2:54 pm |
Hallo? Sangat menarik tulisan mengenai kejawen melalui prosedural puasanya. Tapi apakah setiap melakukan puasa harus berdoa yang dianut oleh agama Muslim? Bisakah kita melakukannya tanpa mantra2 tersebut? Bukankah Tuhan itu Maha Tahu dan kita tidak harus meminta (dalam hal ini, benar2 ikhlas/ pasrah) dalam melakoni puasa kejawen diatas karena niat tulus itu kan yang akan diberikan petunjukNya dengan tanpa ke-Pamrih-an kita? Terima Kasih.
Oktober 21, 2007 pukul 8:25 pm |
tanks banget ak mo ngelakonin, buat ketentraman& kemakmuran dunia akhirat
November 11, 2007 pukul 6:17 am |
gak ada comentara macam macam tp saya ingin !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1
November 11, 2007 pukul 6:18 am |
mohon kirim ke E mail saya alamat anda !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!2
Agustus 29, 2009 pukul 2:10 pm |
Mas, Saya mInta email atau Facebook Mas Donk…
November 11, 2007 pukul 6:19 am |
tanya : bagaimana cara mendidik sedulur papat saya , skrng mereka lagi bandel bandel nya ?????!!!!!!!!!!!!!!!!3 Thanks
November 15, 2007 pukul 5:59 am |
eheeem…..egheeeem……..
November 24, 2007 pukul 9:00 am |
Bagaiman caranya untuk puasa weton dan doa mantranya apa aja.
November 24, 2007 pukul 9:18 am |
mas puasa mutih untuk semua tujuan niatnya sama???
Desember 4, 2007 pukul 4:47 pm |
Puasa kejawen ?!?!?!?!?
menurut islam puasa kejawen tu nggak ada,
hati-hati lho,
soalnya bisa masuk bid’ah,
memangsih bid’ah tu ada 2 :
1. Bid’ah yang boleh,(yang berhubungan dengan penemuam2) sperti jahitan baju, mobil, kacamata, dll
2. Bid’ang yang ngga’ boleh (yang berhubungan dengan syariah), seperti puasa kejawen, sesajen, dan lain-lain
tapi menurut saya puasa kejawen tu masuk yang ngga’ boleh.
yang disunahkan tu puasa senin-kamis, puasa tanggal 13,14,15 kecuali hari2 tasyrik, puasa nabi daud, tapi nggak pernah ada riwayat yang mensunnahkan puasa Mutih, patigeni dan puasa kejawen yang lainnya.
kalo ada dalilnya mohon saya diberitahu, karena saya juga masih belajar.
waallahuallam bissawab
Mei 17, 2009 pukul 5:46 am |
INI ILMU KEJAWEN BUKAN AGAMA ISLAM PISAHKAN
September 17, 2009 pukul 11:40 pm |
Ini dr jawa bukan dr AL-Qur’an mbak. Mhon di pahami!
Oktober 5, 2009 pukul 12:14 pm |
anda yg mengatas namakn allh dan arfah di atas,ilmu anda berarti masih cetek.blm tau yg namax agama tuhan.belajarnya di tingkatkan lagi y……..
Desember 5, 2007 pukul 5:19 pm |
kita niat puasa tapi godaan selalu ada.
dari mana godaan itu?
Desember 6, 2007 pukul 11:04 am |
kalo niat yg baik,allah pasti tahu.
karena niat hati sudah kebaca apalagi kalo dilaksanakan…
jadi kesimpulanya
semua niat yg baik dang maksud yg baik pula hanya mau ketemu penciptanya pasti dapat anugerah.
tapi kalo ngelakoni dengan niat nafsu”keinginan duniawi”
setan yg masuk.
salam
Desember 14, 2007 pukul 10:25 pm |
kulo nuwon…kejawen memakai bahasa jawa,dan bahasa jawa sendidri adalah bahasa sandi tentang hakekat ilmu,spt contoh ati ati tole,,berati kita di ingatkan untuk kembali mendengarkan suara hati kita,contohnya saat kita mau pergi orang tua ,sdr ,berpesan ati ati,dan mantra2 doa itu sih sebenarnya lebih mengarah ke bahas kiasan,sandi ,bahasa sanepan..kalao kita gali ya ujung2nya ke alquran n al hadist,cuma krn taraf pemikiran orang jawa dulu sgt rendah maka para sang guru biasanya memberi wejangan dengan bahasa tsb,,,dan sampai saat inipun masih banyak orang belum masuk ke esensi mantra ,hany sekedar melakoni puasa plus tapa tanpa membedah makna yang lebih jauh atau lebih tinggi lagi,walhasil mentok2nya bisa melihat barang ghoib ,kebal,sakti,dsb dan lebih parah lagi ujung2nya merdukon atau jadi para normal orang lain di anggap ngak normal,,,,tapi ya mending dari pada jadi orang gila kayak kulo ini yang bisanya cuma komentar ngalor ngidul ujung2nya juga masih mencari alias byar pet,,,tapi saya suka banget kok dgn artikel ini,ing ndalem wicoro ono makno ugo asmo mangkuning werd,alhamdulillahirrabbil allmmin
Desember 18, 2007 pukul 7:46 pm |
puasa kejawen memang tidak akan ada di dalam kitab seperti alqur’an ataupun kitab kitab manapun
karena kejawen sendiri adalah ilmu yang didapat selama mungkin jutaan tahun yang lampau sebelum alqur’an muncul
jadi kalo fadhilah fadhilahnya ya gak akan ada
akan tetapi mungkin sebenernya itu salah satu cara pemaksaan supaya energi tubuh dengan jiwa bisa menyatu menjadi satu
dan mengerti tentang diri sendiri sebagai manusia tentunya
memegang peranan dan berlakon sebagai manusia ciptaan Allah
kalo kebal dan lain sebagainya itu sebuah bonus…
dan bonus itu bisa diambil ataupun tidak…
tergantung dari manusianya
mau menjadi apa dia?
jadi manusia sejati? atau jadi seperti setan? atau menjadi sifat malaikat?
karena manusia punya kekuatan untuk menentukan kemana arah dan keinginannya
siapa tau sebenarnya ini semua hanyalah cara atau proses
dan yang pasti akan mendapatkan hasil
yang mana setiap orang pasti berbeda beda hasilnya
karena manusia punya kendali dan kontrol
seperti anak kecil
semakin dipaksa diam dia akan semakin berontak
cukup perhatikan saja, maka ketika dia lelah maka akan berhenti dengan sendirinya
salam
Desember 18, 2007 pukul 7:49 pm |
dalam hal ini doa doa yang ada di dalam kejawen juga hanyalah sebatas bahasa yang mempunyai makna
seperti halnya bahasa arab ataupun bahasa manapun
pasti ada yang mempunyai makna mendalam dan bisa menarik kekuatan alam kedalam dirinya
jadi…
doa apapun tergantung penggunanya
digunakan jelek atau baik…
Desember 22, 2007 pukul 9:30 am |
urun rembug saking kawula ingkang tasih bodho buanget.
PUASA dlm budaya jawa -kejawen- mmg tdk trmask sunnah (di timteng -jazirah arab- tdk kenal budaya jawa). Tirakat -NGOLAH BATHIN, NGASAH PIKIR- adl ajaran turun-temurun yg mmg bs mberi MANFAAT bg si pelaku yg dg tulus iklas mlaksanakn. Budaya ini jg mrupakn satu pelajaran BUDI PEKERTI jawa yg diyakini sdh berusia sngt tua (info+ : http://www.joglosemar.co.id/kejawen/method.html). Slama ini mmg tdk ada dalil yg mmbahas langsung ttg hal ini. Yg perlu dicamkan adl AL QURAN mmbimbing kita utk brtindak baik & benar. (Rasulullah SAW lah sebaik-baiknya teladan bg kita).
ESENSI dari usaha berpuasa tsb adl utk pencapaian keHarmonisan hubungan antara yg dicipta dg SANG PENCIPTA. Tentu tujuan ini sangat didambakan stiap insan makhluk ciptaan ALLAH SWT.
Ttg PUASA WETON, mmiliki tujuan utk menghormati orang tua kita trutama, IBUNDA(“smoga slalu dlm lindungan GUSTI ALLAH, Yaa Rabbana”) -dari rahimnyalah kita terwujud-. Puasa ini dilakukan spt puasa biasa, pd saat hari kelahiran pelaku (mis. Lahir jum’at legi, pd hari pasaran inilah puasa weton dikerjakan, mlm hrnya kita berdoa pd ALLAH)
Ttg “sedulur” lebih lengkapnya KAKANG KAWAH ADHI ARI-ARI, SEDULUR PAPAT LIMA PANCER. Dlm kejawen dipercayai, kita punya sodara2 yg sll mngikuti & mmbantu mnjaga kita. Dg berpuasa tsb, meningkatkan jalinan sodara yg lbh kuat, menahan nafsu amarah, lapar, haus, bukan sbaliknya malah ngumbar nafsu,angkara murka, iri dengki, fitnah, mangan kewaregen, brgaya hedonis, hal2 yg mnimbulkn kesedihan bg “SEDULUR” shg mrk malas, tdk mau bantu kita.
Bila kita telaah, keyakinan adanya Kakang Kawah Adhi Ari-ari Sedulur Papat Lima Pancer adl SANEPAN, yaitu pngibaratan dari elemen Air, Tanah, Api, Udara.-maybe, who knows-. Bila kita ngrusak elemen2 tsb mk dlm diri kita tentu akan mjd rusak bukan?
Jadi SELAMAT BG YG MELAKSANAKAN, lakukanlah dg spenuh hati tulus iklas. Jangan memaksakan diri bila belum mampu, sabar.
Jgn jadikan hal duniawi sbg tujuan. Panca Indera lbh tajam, tubuh kebal, otot kawat balung wesi, bisa “ini-itu” yg aneh2 hanyalah bonus belaka, jangan jdkan diri kita sombong, angkuh, pamer kadigdayan, dumeh pinter terus keblinger & akhirnya kita mjd org2 JAHIL (bodoh) yg brbuat merugikan masyarakat.
Semoga ALLAH S.W.T menjadikan bangsa negara kita bangsa yg bersyukur, bermartabat, dengan para pemimpin dan masyarakat yg berbudi pekerti luhur. Nuwun
Desember 24, 2007 pukul 4:08 pm |
Ngikut Donk..Mau Nanya Padatemen Semua..!!!
Sejatine Urep Kuwi opo????
Bantuin pren…
Januari 7, 2008 pukul 5:45 am |
urip kuwi kroso!
Januari 14, 2008 pukul 5:36 pm |
sugeng sedoyo mawon kagem sedulur engkang podo ngumpul2,urun rembuk nggeh..kathah sanget makna kejawen serto arti kang dipon kandung eng ndalem pitutur kromo jawi kanthi kalebet ing sastro sanepo utawi sanepan.lan sedoyo niku mboten ucul sangkeng kesinggungan agama islam mulai sangkeng artinipun gesang ngantos tumekane pati, contonipun poso weton,monggo dipon buka sejarah nabi muhammad selalu poso weton sak derengipon di angkat dados rosul.terus tradisi maulid,lan islam mlebet ing tanah jawi nalikane nabi muhammad tasek dereng isro miroj {versi baru sesuai literatur kuno ing naskah bongso cino }suroan ugo kalebet ing ndalem wulan islam assuro..kranten alus budi pekerti lan tuture poro ngulama kuno ing ndalem nyebaraken agame islam kanthi ngati2 lan seduluran..lho kok nglantur to yo ngomong nopo kulo wau pon di lebet aken manah bileh wonten engkang kirang pas lhawong kulo tas ngliler dadi nggeh radi nglindur…hidup adalah perjanjian seperti nama juga perjanjian..maka saksikanlah hai jiwa yang di persaksikan di saat di sumpah di hadapan sang rabb nya{alquran} bahwa tidak ada yang berhak di sembah kecuali tuhan yang esa alloh azza wazzalla..
Maret 1, 2008 pukul 5:35 pm |
Assalammualaikum..Sugéng rawuh,jgn pikir macam2 ttg puasa2 diatas..ingat pesan rasul smua amal itu tergantung niatnya..so np koq repot..anda yakin ini cara mendekat ke allah lakukan..bila ragu2 jgn lalukan..simple kan??dan perlu di gris bwahi..tiap diri punya ‘wadah’ yg berbeda2..dmana allah berfirman aku beri kemulian kpd insan yg kuhendaki,dan ku hinakan insan yg ku maui..so walau kt puasa2 macam klau allah gak mau didekati ama kita mau bilang apa??maksa..kita ini hamba yg ini hina,bodoh,kotor,kecil.miskin..lalui aza hdup ini nurut sejroning telénge ati..amin wassalam
Maret 27, 2008 pukul 7:33 am |
Apakah seperti yang di tulis diatas masih relefan untuk jaman seperti sekarang ini contohnya seperti ngluweng itukan kalau saat ini ketahuan pihak yang berwajib kan tidak di perbolekkan dan didalam ajaran agama kan tidak ada yang mengupas tentang seperti yang di tulis diata. dan apa manfaatnya untuk apa
April 12, 2008 pukul 8:12 am |
saya dari malaysia,bapa jawa ibu cina,dan pernah mengamalkan nya,ketika amalan hati kita tulus dan luhur hingga dapat menitiskan air mata ketika berzikir dan berwirid dan saya rasa perkara pokok nya adalah hati dan nawaitu kita insyallah allah itu maha mengetahui asal kita jangan melencong insyallah
April 23, 2008 pukul 4:44 am |
mau boleh ato ndak aku mau ikut aah….
Mei 7, 2008 pukul 7:00 am |
paramitra sadaya. Khususe sing rumangsa agamane islam. Masalah puasa iku masalah ibadah, boh puasa sunat atawa puasa wajib iku neng agama islam wis ana tuntunane. Dadi aja nganti melu-melu sing ora ana dalile mengko klebu pagawean sing bid’ah, kang pungkasane pegawean mau bakal sia-sia malah-malah klebu pagawean sing nyesatake. Aturan puasa kejawen ben wae kanggo sing rumangsa pemahamane satuhu aturan kejawen.Silih ngurmati wae. Tapi sing rumangsa yakin agamane islam aja nganti melu-melu. Kudu nduweni prinsip ngene “aku wong njowo tapi islam, aja nganti aku wong islam tapi njowo” dadi dicampur aduk , malah kleru. Ben wae sing rumangsa kejawen nglakoni apa sing dadi keyakinane…ngono lho
Mei 10, 2008 pukul 3:31 am |
pada dasarnya setiap manusia dikaruniai akal dan pikiran. di bumi Allah ini banyak sekali ilmu2 yg tersebar, dan kita sebagai manusia yg lemah seharusnya tdk boleh menjustifikasi bahwa apa yg dilakukan orang lain itu salah, krn kita manusia lemah yg tdk mampu memahami semua ilmu2 Allah
Juni 3, 2008 pukul 1:49 am |
Kalau belajar agama Islam masih nanggung gak usah sok komentar macem-macem, apalagi ikut-ikutan memfonis bid’ah, kurafat atau haram, seperti dia yang punya sorga sama neraka.
Puasa tidak sekedar sari’at manahan lapar dan dahaga, puasa tidak sekedar tarikat sebagaimana yang diajarkan guru-guru atau dibaca dalam kitab, namun puasa adalah haqikat mengolah jiwa dan menggali kesadaran batin menemukan sejatinya kefanaan hamba dihadapan Allah SWT yang maha kekal, puasa adalah salah satu usaha Ma’rifat hamba kepada sang pemilik asma ul-husna.
Islam tidak selalu identik dengan lebarnya sorban, panjangnya jenggot apalagi logat bahasa yang mirip orang Arab, padahal di KTP lahirnya di emperan jati negara.
Sunan Kali Jaga tetap sebagai sunan dengan syiar Islamnya yang seantero jagat menakui beliau sebagai salah satu penyebar agama Islan yang dibungkus dengan belangkon dikepala, pakayan ala jawa serta wayang kulitnya.
Raden Mas Said dengan ulah sepiritualnya di tepi sungai sebagai salah satu upaya makri’fatullah sang Raden Mas Said sehingga melahirkan sosok manusia baru dengan gelar Sunan Kali Jaga.
Sekarang siapa yang berani mengatakan dengan didasari dalil yang benar sehingga berani mengatakan ulah sepiritual yang dilakoni sang Waliyulloh Sunan Kali Jaga sebagai Bid’ah, Kurafat apalagi Haram.
Kalau memang ada yang berani kurang ajar coba sekali-sekali tapa dipinggir sungai ciliwung barang semalem pasti besoknya jadi Wali Sampah atau yang lebih tragis ikut hanyut diseret banjir kiriman dari Bogor.
(Tulisan ini terkusus buat Kanjeng Abdun_99)
Juni 26, 2008 pukul 2:38 pm |
Sederhana saja, puasa yang anda definisikan itu atas pengertian siapa ? Kalau Allohuta’ala dan Rasul-Nya tidak pernah memberikan pengertian seperti puasa pengertian anda, apakah anda mau mengatakan bahwa anda lebih pintar dari Rasulullah shallallahu’alaihiwasalam? Yang diutus sebagai Rasul itu siapa ? anda atau Muhammad bin Abdillah shallallahu’alaihiwasalam ? Bukankah Nabi kita yang mulia Muhammad shallallahu’alaihiwasalaam tidak pernah berkhianat akan risalah yang telah Alloh turunkan sehingga semua Risalah-Nya telah sempurna dijelaskan oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasalam ? dan jelas jelas Alloh Subhanawata’ala sendiri yang berfirman tentang sempurnanya agama ini (yang artinya):
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. ” [al-Maa'idah:3]
Sudah menjadi hal yang diterima oleh akal bagi orang orang yang sehat akalnya, bahwa sesuatu yang sempurna itu tidak membutuhkan perubahan, sebab jika masih membutuhkan perubahan maka sesuatu tersebut belumlah dapat dikatakan sempurna.
Lalu jika anda masih berasumsi bahwa pengertian puasa anda ini benar, maka syari’at puasa yang telah diajarkan Rasulullah shallallahu’alaihiwasalaam itu buat apa ? Lalu para Sahabat Rasulullah pun tidak pernah ada yg punya pengertian seperti itu, apakah anda mau mengatakan generasi sahabat itu generasi yang mengigau semua karena semuanya ngelantur? Allohu Musta’an.
Kebenaran itu punya standard, standard mana lagi yang bisa lebih benar dari pada al-Qur’an dan as-Sunnah? Sebagaimana Allohuta’ala berfirman (yang artinya):
“Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah ?” [An-Nisaa:122]
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah ?” [An-Nisaa':87]
Dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.
Islam ini milik Alloh, bukan punya ustad, kiyai, ajengan, syaikh dan semisalnya, kembalikanlah kebenerannya kepada Alloh dan Rasul-Nya kalau kita memang orang-orang yang beriman. Allohuta’ala berfirman (yang artinya):
“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian” [An-Nisaa':59]
Barakallahufikum.
Juni 27, 2008 pukul 1:08 pm |
@ Ibnu Shinniy
Assalamu’alaikum,
Saya hanya ingin menambahkan, dari hadist diterangkan bahwa
umat Islam telah diberi warisan oleh Nabi 2 Hal, dimana jika kita
sebagai umat Islam berpegang teguh pada keduanya maka kita
gak akan tersesat selama-lamanya, warisannya yaitu Al-Qur’an
dan As-Sunnah.
Jadi sudah jelas bagi yang mengaku sebagai umat Nabi Muhammad
hendaknya segala ilmu yang bertebaran dimuka bumi ini disaring
dengan menggunakan kacamata Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Puasa pada umat sebelum nabi muhammad ada yang 40 hari,
tapi setelah Islam disempurnakan maka jenis-jenis puasa diluar
kaca mata Islam bukan termasuk syari’at Islam lagi.
Sekarang tergantung para pembaca, mau menyucikan hati atau jiwa
dengan metode warisan Nabi atau dengan metode nenek moyang kejawen? Pilihan ada dihati anda semua
Juni 28, 2008 pukul 8:36 am |
Semua yang bisa menentukan Manusianya. Ingatlah sebelum ada agama sudah ada ADAT ISTIADAT.
Juli 23, 2008 pukul 7:19 am |
Bah!
Makin kurus-lah aku puasa putih…
Juli 23, 2008 pukul 8:40 am |
Dan contoh ADAT ISTIADAT yang tidak sesuai dengan Al Qur’an dan As Shunnah adalah adat istiadat Masyarakat Makkah setelah lama ditinggal keturunan Ibrahim dan sebelum kedatangan ajaran Nabi Muhammad..
Itulah ADAT ISTIADAT jahiliyah yang pasti ada di semua bagian dunia yang seharusnya dimusnahkan!
Karena menggiring manusia kepada kesesatan!
Agustus 17, 2008 pukul 3:02 pm |
pada dasarnya puasa emg melatih kita untuk menahan hawa nafsu ke duniawian,merangsang batin kita untuk lbh mendekatkan diri pada SANG PENCIPTA..
menurut ‘abdi berdosa’ smua itu jg tak akan ad manfaatnya JIKA kita ngga pernah menciptakan cinta kasih dgn sesama dan menghidupkan cinta kasih di setiap tempat..
karna menurut ‘abdi berdosa’ kunci dari iman adalah ‘CINTA KASIH’ terhadap sesama,dan jika kita mampu mengHIDUPKAN cinta kasih ini MINIMAL pd lingkungan kita(keluarga), maka DAMAI SEJAHTERA akan senantia PAYUNGI hidup kita…
AMIN….
namun smua jg bergantung pd manusianya,bagaimana kita menyingkapi isyarat dr SANG PENCIPTA..
ini just opini seorang abdi berdosa yg mencoba dan trus mencoba mencari ARTI HIDUP yg PENUH CINTA KASIH yg di harapkan smua umat manusia..
matur suwun…
Agustus 22, 2008 pukul 2:47 am |
hidup di dunia ini adalah misteri dan misteri itu akan ditemukan sendiri masing2 orang, pencapaian suatu misteri berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadist, orang akan mengatakan sesuai yang ia tahu maka tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Kebenaran hanyalah milik Allah SWT.. dan tergantung dari keyakinan masing-masing orang itu sendiri.
September 3, 2008 pukul 10:04 pm |
Halah halah… Kok ada orang ceramah agama bertele-tele dalam komentar-komentar ini. Contohnya si ibnu shinny itu. Picik banget, kalau nggak boleh dibilang goblok. Itu contoh orang yang memahami agama cuma sampe sebatas kulit. Pemahamannya cuma literal alias cuma berdasarkan apa yang tertulis. Tidak menggali lebih dalam sampai ke jantungnya. Tidak sampai ke tingkat spiritualitas. Tidak sampai ke hati. Makanya itu nggak boleh, ini nggak boleh. Hahaha.. dasar ustadz bawel. Belajar lagi dong ilmu agamanya. Biar PAHAM! Biar agak naik dikit kelasnya. Jangan sampe cuma di TK doang.
Lagian, orang jawa itu ya orang jawa.. bukan orang arab. Orang jawa punya adat istiadat sendiri. Masing-masing kelompok sosial di dunia ini punya adat sendiri. Kok mau diseragamkan. Diarab-arabkan. Ya biar aja puasa mutih, puasa pati geni, puasa ngebleng… kok dilarang. Itu kan latihan batin, latihan spiritual… bagus tho??? Daripada belajar bikin bom?? Jadi teroris??
Belajar agama yang cuma sampai kulitnya doang itu hasilnya ya seperti itu… Ngebom… Bikin teror.. seolah dirinya sendiri yang suci, yang benar, yang paling dekat dengan Tuhan. Atau paling tidak hasilnya ya cuma se-cetek pemahamannya si Ibnu Shinny yang ngisin-isini alias malu-maluin itu.
Buat semua yang ingin belajar puasa apapun yang sudah diterangkan di atas, maupun yang sekadar ingin tahu, TERUSKAN. Saya jamin itu sah, baik dan benar. Wong nggak ngganggu siapa-siapa kok. Kalo korupsi, ngebom, sok pinter, suka nyalah nyalahin orang lain kayak ustadz2 goblok itu.. lhaaa itu yang justru nggak sah, nggak baik, dan nggak benar. Jangan tiru2 orang kayak gitu. Ikuti hati anda sendiri. Anda tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Oke??
September 23, 2008 pukul 8:53 pm |
Assalamu Alaikum,
yg ingin saya tanyakan pd Bpk.Abangan alias Islam Abangan.
Apakah Orang2 ditanah jawa ini dulu2nya tukul (tumbuh) dari tanah spt pohon ? Apa dulu2nya jatuh dari langit atau surga ? Juga apa orang2 dijawa ini bukan manusia keturunan nabi Adam yg turun dari surga ke tanah Arab ?
Kok tulisan Bpk.Islam Abangan ini sepertinya amat membenci ajaran Islam yg benar. Apakah Bpk.Islam Abangan ini non Muslim yg berkedok Islam yg sebenarnya pengabdiannya pada Perewangan Jin/Setan ?
Saya perhatikan tulisannya selalu ingin membelokkan ajaran2 Islam yg sudah digariskan. Dan berbau kedengkian pada Islam.
Sadarlah Pak !
September 27, 2008 pukul 3:38 pm |
Nderek ngenyis.
Selalu saja ditegaskan: Bahwa Rosulullah Muhammad SAW adalah manusia biasa. Bahkan ada sebagian saudara kita yang tidak memperbolehkan menyebutnya dengan “Sayyidina Muhammad.” Artinya, Islam selalu meyadarkan penganutnya bahwa Rosulullah Muhammad SAW adalah manusia belaka.
Jadi, marilah berbeda untuk memperkaya khasanah ilmu. Jangan saling hujat, jangan saling mengklaim sesat, jangan saling silang.
Kecuali, memang kita melihat dengan kepala sendiri apa yang dilakukan oleh Rosulullah SAW.
Seribu tahun bukan waktu yang sebentar. Pembelokan sebuah akidah, tentunya hal yang mungkin saja terjadi. “Kelak umatku akan terpecah menjadi 70 golongan. dan yang benar hanya satu.”
Tidak disebutkan yang satu itu apa?
Sangat tidak etis kalau kita mengklaim sesat pada sebuah ajaran, pada sebuah kebiasaan.
Nyuwun sewu mbok menawi klentu
Oktober 4, 2008 pukul 5:36 pm |
yang megaku islam tulen atau yang tidak setuju utnuk kejawen janganlah sok tahu atawa egois karena allah itu menciptakan manusia bukan hanya yang beragama islam saja tetapi masih banyak saudara – sudara kita yang non muslim yang diakui masih ciptaan Allah, bukankah allah itu maha segalanya tapi mengapa non muslim masih diciptakan untuk mengisi dunia ,kalau memamng non muslim bukan ciptaan allah , perintahkan saja allah untuk memusnahkan
Oktober 6, 2008 pukul 4:10 am |
sy setuju dengan tulisan diatas.. . ada gambaran di alam ini yang jarang orang memperhatikan ” seekor ulat dengan prosesnya akan menjadi kupu kupu yang cantik” proses tersebut adalah puasa.
makasih
Oktober 9, 2008 pukul 7:03 am |
trimakasih udah nambah pengetahuan yang jarang ada bukunya
Oktober 9, 2008 pukul 12:30 pm |
Assalamu’alaikum…
Blog yang sangat bagus,
Saya ingin tahu, apakah kalo mau melakukan puasa mutih misalnya saja, apakah harus dapat ijazah dari sang kyai atau sang guru???
Kata ibu saya kalau puasa mutih boleh makan buah, gula, tempe yang penting nggak digoreng dan tidak mengandung garam.
Menurut anda bagaimana ??
Oktober 24, 2008 pukul 7:36 am |
segala perbuatan tergantung niatnya
halal dan sangat boleh puasa diatas.
maha mengetahui allah.yang melarang yang sesat menganggap allah bodoh dan dogmatis.
Desember 4, 2008 pukul 4:39 pm |
bisa minta kasih tau ga sejatinya kita ini siapa,,trimakasih
Desember 17, 2008 pukul 3:04 pm |
saya kejawen yang tidak beragama apapun sesuai uu no 14 th 2007 sisminduk ktp saya agama di kosongkan, ngapunten semua agama pasti ingin baik juga penganutnya adalah orang baik yang tdk ingin keyakinanya di jelekkan..islam,kristen,hindu budha konghuchu semua adalah agama tamu tetapi selayaknya tamu tolng kami dihormati selaku tuan rumah karena panjenengan semua juga kami hormati bahkan kami persilahkan untuk dakwah dsb..prinsip kami apapun agamanya tuhan itu satu, kalo beda mempersepsikan tuhan dari setiap belahan dunia manapun sah sah saja tergantung budaya setempat,yang penting tidak ada klaim bahwa india paling benar,arab atau jawa atau agama bangsa manapun paling benar,kalau jumlah terbanyak di dunia itu kaitanya dengan ekspansi dan dakwah saja…bukan masalah paling benar,karena dogma tidak bisa di buktikan kebenaranya,TIDAK AKAN MUNCUL ALKITAB KALAU TIDAK DITEMUKAN HURUF DAN TIDAK AKAN MUNCUL HURUF KALAU TIDAK ADA BAHASA …SEMUA ALKITAB BUKAN JATUH DARI LANGIT .tapi produck bahasa manusia dalam proses mencari Tuhannya…..
Desember 23, 2008 pukul 3:43 pm |
Ketika kita menggunakan angle frame yang berbeda-beda…maka jadilah debat yang tak akan ada akhirnya….yeah sebenarnya pencarian jati diri itu adalah proses yang harus tiada pernah berhenti, karena hidup ini hanya sebentar saja….intinya kita hanya menunggu out of date aja, tapi akan kita apakan hidup yang hanya sebentar ini ….kenapa kita ada, apa yang harus kita lakukan, mau kemana kita…? So kita akan sadar bahwa manusia itu hanyalah debu yang tiada arti di hadapanNya, karena ciptaannya itu luar biasa besarnya…..coba lihat pake teropong hubble….(orang jawa jg harus tahu teknologi dong…red)….betapa mikro-nya bumi, betapa nano-nya manusia….lalu manusia itu dimana? Kok gak kelihatan…..yang sok subjektif, merasa benar, merasa pandai, merasa kaya, sombong dimuka bumi, tak mau menolong sesama, seakan akan hidup ini hanya buat kita sendiri, menyalahkan orang lain…..
Aq ada yang sedikit “nyambung” antara hasil pencitraan teropong super canggihnya USA…Hubble, yang menunjukkan kejadian lahirnya bintang…sebuah ledakan yang maha dahsyat berwarnya merah menyala dan diistilahkan red rose oleh ilmuwan barat……..
Ternyata, sambungan antara penelitian dunia rasio kita kok nyambung dengan ungkapan 1500 tahun yang lalu…..yang belum ada teknologi, belum ada teropong, belum ada buku fisika, belum ada pesawat, bahkan sepeda pun belum dibikin…..tapi ada ayat yang menyatakan…”Bila langit terbelah menjadi mawar merah bak kilapan minyak, dan kuciptakan air untuk tumbuhnya kehidupan, maka nikmat Tuhanmu yang manakah, yang akan kau dustakan” lalu kalimat ini kalimat dari siapa ya? Pak Hubble? dia belum lahir…….silakan pikir sendiri deh…..
Manusia diciptakan hanya sebagai asesori yang tiada artinya dibanding kebesaran alam semesta…..so, gak usah neko-neko di dunia ini….”urip iku hamung mampir ngombe” istilah yang sangat dalam maknanya.
Maka menurut hemat saya….soal pencarian jatidiri adalah proses kehidupan itu sendiri….ada banyak jalan, tapi yach tidak semuanya benar lho….walah kok malah nakuti….makanya tergantung pada keikhlasan kita dalam menerimanya, penghargaan kita, ketundukan dan keikhlasan kita akan “ilmu” yang sampai pada diri kita….jangan antipati pada satu wacana baru, karena pencarian kebenaran tak kenal berhenti….yang “njawani” jangan anti bangsa besar lainnya….hehehe….soalnya bangsa jawa ato melayu ini kan bangsa yang baik2 aja, atau biasa-biasa saja, sehingga tidak ada nabi atau kitab besar yang turun di tanah melayu….kita harus sadar ini lho….soalnya bangsa-bangsa besar yang disebut di Kitab Suci itu adalah bangsa-bangsa yang cukup ekstrim, baik ekstrim baiknya atau ekstrim jahatnya….makanya ada kenabian dan kitab suci…..bahkan bangsa jawa ato melayu gak pernah ada tuh di kitab suci…..hehehe
Sehingga kita kudu bijak dan sadar juga bahwa ilmu kejawen itupun tidak pernah berdiri dengan sendirinya….karena yang namanya budaya adalah “gado-gado” dari berbagai kebudayaan besar lainnya…ada nilai islam, ada berakar di hindu dan budha dari India.
So I think…..hidup itu adalah perjuangan untuk senantiasa belajar terus menerus, pencarian diri yang terus menerus untuk menyadari siapa diri kita, untuk selalu memperbaiki diri, mendekatkan dengan ke-asalan kita…yakni kembali padaNya….
Sunan Kalijaga-pun menyatakan bahwa cara dakwahnya suatu saat ada generasi yang akan meluruskannya…itu adalah kearifan yang berbalut kecerdasan untuk membumikan ajarannya. Kearifan bahwa caranya sendiri bukan yang paling benar, meskipun terbukti efektif bagi tanah Jawa……..so andai kita percaya padaNya…kita jangan hanya berhenti di tingkat budaya atau apalah…tapi cobalah pelajari terus adakah aturan-aturan yang diberikanNya…..saya setuju pada semangat kaum “barat” kalo nyari ilmu itu jangan berhenti pada keyakinan kita saja….tapi cari sampai kemurnianya…..so nanti tiada pernah kita menunjuk yang lain hanya tahu kulitnya saja ato semacamnya…karena kitapun tidak pernah belajar tentangNya….
So semangat cari-cari dan cari kebenaran haqiqi….gak usah nyalah2in…karena tugas kita adalah “belajar dari ayunan sampai liang kubur”…
Maaf andaikan ada yang salah……
Benarkan saya kalo khilaf……
Karena kita hanyalah pembelajar…..
Desember 25, 2008 pukul 2:15 pm |
Apa si.. fungsi nya Puasa mutihhh…….???
Butuh Penerangan nya..
Januari 2, 2009 pukul 5:50 pm |
Jadi apa yang diributkan? Puasanya? Kalo puasa dari jaman nabi adam, juga udah puasa mgkn puasanya orang jawa itu sebagian ajaran dari nabi2 terdahulu, berhubung orang jawa itu suka prihatin, lelaku, olah bathin, puasa sudah jadi budaya, terbawa sampai jaman masuknya islam, orang jawa dari dulu juga sudah tahu, ada 1 tuhan yang menguasai segalanya, di atas dewa2, mgkn yang disebut sanghyang jagad atau apalah, ketika islam hadir dan disebutkan bahwa tiada tuhan selain Allah, mereka melihat konsep islam cocok untuk mereka, maka mereka menyesuaikan ibadah mereka sesuai dengan ajaran islam, tetapi karena puasa secara syariat islam tidak memuaskan bathin mereka yang sudah terbiasa dengan lelaku prihatin yang lebih berat, kemudian mereka menambah qualitas puasanya dengan puasa seperti dahulu, yang diyakini dapat lebih membersihkan diri secara lahiriah dan batiniyah, bersih dari dorongan nafsu yang berasal dari makanan, tujuannya agar dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah, menggapai Ma’rifat, semoga berkenan,..
Januari 7, 2009 pukul 5:41 am |
Sangat memprihatinkan apabila seorang jawa mengasumsikan Kejawen secara negatif. Bukan hanya dapat dikatakan sebagai “wong jowo sing kelangan jawane”, melainkan dari sinilah awal mula krisis moralitas, hal mana seseorang tak lagi menghargai budaya luhur bangsa sendiri.
Januari 17, 2009 pukul 1:59 am |
Saudaraku sebangsa dan setanah air.
janganlah engkau tergesa2 menilai orang lain sebelum nilaimu baik.
Marilah kita belajar bersama dari pengalaman nenek moyang kita yaitu jawa. yg selama ini kamu anggap remeh, atau lemah cara berpikir, atau bid’ah karena poso weton tidak ada di agama islam.
saya akan kupas satu Saja : Poso weton
Apakah anda tahu kenapa Nabi poso Senin – kamis.
Makanya sebelum kamu tahu maksud nabi janganlah kamu ikut2 an orang banyak, karena ikut2 tanpa tahu akan sesat.
Nabi mengajarkan kita poso Senin, karena beliau lahir dihari senin.
Nabi mengajarkan kita poso Kamis karena menghormati hari besar yaitu Juamt.
Namun kenapa kalian yg lahir hari selasa, atau rabu malah puasa hari Senin. Siapakah yg bodoh.
Nabi puasa hari kelahiran karean beliau tahu betepa besar perjuangan ibu kita saat melahirkan antara hidup dan mati, makanya dengan rasa terima kasihnya beliau mengajarkan kita poso hari kelahiran supaya kita ingat dan hormat kepada sang pencipta dan Ibu, bukan itu saja setelah kita dewasa, nomor satu orang yg kita patut hormati adalah ibu.
sebetulnya nabi sudah memberi contoh yg benar, namun kalian saja yg salah mengartikan, memang Alquran dan Hadis itu sudah sempurna, tapi kalau yg membaca kalian akhirnya malah melenceng dan akhirnya sesat.
Timbul sombong merasa benar menyalahkan orang kuno, yg dibilang bid’ah atau tidak ada di ajaran islam.
Sekarang terserah anda apakah kamu tidak pernah menghormati hari kelahiranmu sama sekali seperti yg diajarkan Nabi, atau puasa menghormati hari kelahiran Nabi/orang lain, yg jelas tidak pernah di
ajarkan Nabi.
Pesan saya :
Gunakan akalmu apabila melakukan sesuatu.
Jangan melakukan sesuatu kalau tidak tahu maksudnya akan tidak sesat.
Kalau anda tidak tahu tanyakan pada guru yg lebih mengetahui.
Wassalam,
Cinta Tanah Air
Januari 24, 2009 pukul 8:08 am |
sejatinya semua agama bertujuan sama. tidak melihat itu agama langit ataupun agama bumi. karena pada intinya semua mengajarkan kepada kebajikan dan pengabdian kita kepada tuhan. bagaimanapun caranya! cuma kadang kita terbelenggu dengan dogma yang ada, ini juga terjadi pada semua agama. terkotak-kotak dengan tuhan masing-masing. padahal tuhan adalah satu jua, yang wajib kita sembah, dan tidak ada yang bisa menggantikan dalam bentuk apapun. artinya; kita harus menjunjung tinggi ajaran agama yang ada, tidak berebut kebenaran. karena kebenaran itu apa? dan akan berbeda-beda hasilnya kalau dijabarkan sesuai dengan ajaran masing-masing agama.
Februari 4, 2009 pukul 8:17 pm |
Kok pada ngebahas agama? Masalah puasa a la Kejawen ini gak ada hubungannya dgn agama.
Kejawen ini terlepas dari agama apapun, bahkan dari suku apapun. SIAPA SAJA bisa dan boleh melakukannya.
Orang puasa weton juga banyak dilakukan yg bukan orang Jawa, kok.
Free your mind!
Mei 17, 2009 pukul 5:55 am |
BETUL SETUJU HARUS DIPISAHKAN
Agustus 29, 2009 pukul 2:21 pm |
Mas saya ajarin cara buka mata batin donk,
nh alamat email saya alifwahyudi@gmail.com
add aj d fb thx
Februari 18, 2009 pukul 2:22 pm |
Puasa bukanlah cara untuk membuat Tuhan melakukan apa yang kita inginkan.
Puasa mengubah kita, bukan Tuhan.
Februari 26, 2009 pukul 11:59 am |
blog sabda langit rahasia 40 hari komentar setelah aji luar biasa … kayaknya kita sangat butuh itu
Februari 27, 2009 pukul 2:16 am |
Kul sering puasa neton. Mis weton atau neton Jumat Legi, mulai puasanya malem jumat legi sampai jumat legi bulan depan (+- 35 hari). Tampa pamrih tanpa nyuwun apa-apa. Puasa itu yang menilai Tuhan, titik. Bukan berarti makan dibalik. Sambil puasa yang sambil melaksanakan larangan dan perintah kepercayaan/keyakinannya. Kalau saya (yang cubluk ini) begitu. Sumangga.
Februari 27, 2009 pukul 6:36 am |
buka blog sabda langit,rahasia 40 hari ..setelah komentar aji,14 feb agama kejawen lengkap
Februari 28, 2009 pukul 6:14 am |
serius. keyakinan itu datang bukan karena bisikan dari luar. ingat, agama berbeda dengan spritualitas. agama mencipta dogma, spiritualitas mencipta keimanan.
Maret 16, 2009 pukul 5:57 pm |
sebagai wayah pengging saya cuma kepengen tahu , dizaman apa sebenarnya kalian hidup , dimana kalian letakkan agama kalian …., seruan islam ditujukan kepada orang ber-iman dlm bhs jawa iman = piandel , sepertinya kok Al Qur”an pada belum di amalkan dengan benar , apa lagi hadist masih niru-niru kancane , zaman modern kok malah podo mundur , Islam itu canggih dan Al qur’an itu upto date , mari kita bersatu dibarisan Muhammad saw dengan Iman , Islam dan Ihsan …siapapun anda Islam terbuka bagi orang yang masih bernafas walau apapun kepercayaan dan piandelnya mumpung padang rembulane jembar kalangane masih ada kesempatan untuk mendirikan sholat sebagai penolong diri ……….dan tentang puasa ala jawi tolong cermati perjuangan nabi Ibrahim dalam rangka membangun ka’bah yang ada di Al Qur’an disana ada ngrowot dan ngalong dlm bhs AL Qur’an ( ARab ) jadi jangan grusa grusu…..getun tiba mburi ora prayoga …………. wallahus salam.
Maret 22, 2009 pukul 10:54 am |
ass. sebelumnya saya ingin bertanya??
apa hikmah melakukan ritual seperti itu???
mohon kasih tau saya yaaaa.
kegunaanya pa saja??
sekian dan terimaksih wasss
Maret 23, 2009 pukul 7:43 am |
ass.wr.wb,sabbe satta bhavantu sukhitata(kalo dah menyangkut ajaran n aliran prinsip saya “lakum dinukum waliyadin”=bagimu ajaranmu n bagiku ajaranku(meskipun sama2 islam)setiap orang punya riwayat yg bermacam2 dalam mengartikan kitab suci dan kebanyakan berdasarkan translatenya tanpa guru yg berkompeten,seperti sekolah ada tingkatan2nya(TK,SD,SMP,SMA,KULIAH),cara kita mengartikan kitab2 suci juga sama,tinggal kita belajar dari guru TK,SD,SMP,SMA,ato dosen maka kita akan dicetak seperti pengertian dari guru pembimbing kita,dan yg sangat mengejutkan,biasanya yg paling merasa ingin mengajak orang lain agar tau bahwa dirinya paling sesuai dg kitab,biasanya cuma anak2 di level TK n SD,nilai kebanggannya jika bisa berdebat n menyajikan sesuai ajaran sang Nabi SAW,belajarlah lebih banyak n jangan cuma dari guru sejenis,cobalah belajar dari aliran yg lain seperti yg terjadi pada IMAM GHOZALI,supaya bisa menaklukkan musuh terbesar diri kita yaitu diri sendiri(sang ego)supaya menjadi lebih rendah hati dan tidak menganggap kalo aliran orang lain pastilah salah,cuma kita yg benar,ingat bahwa di akhir jaman islam pecah menjadi 73 golongan n cuma 1 yg benar yaitu ahli sunnah wal jamaah (semua golongan tersebut juga mengaku yg paling benar)semoga bermanfaat buat kita semua,sabbe satta bhavantu sukhitata
http://kontaktuhan.org/guru/index.htm
April 1, 2009 pukul 2:01 pm |
Ya sudah, sekarang kembali ke akal sehat kita masing – masing, berpikir jernih, tidak mau menang sendiri, menghargai dan menghormati orang lain dan perbedaan, tidak menghakimi orang lain, tidak merasa diri paling benar, mungkin itu akan membuat kita bijaksana. Matursembah Nuwun.
April 5, 2009 pukul 1:56 am |
Menawi miturut kulo sing bodo,dinul islam itu bhs arab,klo bhs jawanya agomo slamet.Jd siapapun yg slamet sampai ke rabb nya dia kembali, ya dia pasti islam atawa slamet.
April 5, 2009 pukul 2:42 am |
Mas-mas,sebenarnya anda itu betul semua menurut saya.Jd buat apa kalian ribut.Jd ga perlu kalian saling cemooh slg berebut plg bener.Krn kebenaran itu milik ALLAH semata.
April 17, 2009 pukul 6:01 am |
yap bener,……tapi saya tambahkan KUNGKUM, dilakukan antara jam 12 malam ampe jam 3 doanya, niat ingsun kungkum ajeng ngelangi lan ngerekake kabel najis,kotor karna allah ta’ala kangge ……niat…….sebelum ngentas mantranya njeng sumiler kabel ngekti pati ingsun>>>>
April 17, 2009 pukul 10:24 am |
memuliakan jawa penjaga kali ?yang setarap dengan pemulung?! jawa gembel menanti bangkai lewat untik dipangan.
memang kultur jawa orang gila dibilang mulia dibilang wali allah?
mau menghina allah?! walinya jawa gelandangan sinting.
sudah parah ini bangsa
April 17, 2009 pukul 10:42 am |
puasa itu bisa melihat alam ghaib karena halunisasi atau mimpi,darimanakah halunisasi dan mimpi itu? siapakah pemilik halunisasi dan mimpi?mengapa mimpi dan halunisasi sering jadi kenyataan?
itu faktor ghaib.yang tidak begitu dimengerti manusia non jawa.
orang jawa mencoba mendapat dan mengendalikan alam ghaib sungguh suatu hal yang mengagumkan.dan mencoba mengerti alam ghaib bukan jadi kebiasaan bangsa jawa saja.mulai dari nabi2 seperti nabi musa as.sampai ke nasa dan kedokteran serta paranormal (para ahli yang mencari mistery mimpi).orang jawa adalah bangsa terkemuka mereka lebih menguasai ilmu yang tidak dikuasai bangsa lain
Mei 17, 2009 pukul 5:51 am |
MAAF SEBELUMNYA, KALAU YANG PUNYA BLOG INI MAU TAU LAGI KEJAWEN YANG ASLI DI SAYA ADA. KEJAWEN ARTINYA KEJAWAAN, KEJIWAAN. ITU SEBAGIAN KECILNYA. NO HP SAYA 02199107230
Juni 8, 2009 pukul 5:12 pm |
reogjhatillan, anda orang murtad. Orang jawa yang berfikir dpt mengendalikan alam ghaib adalah orang terbodoh di dunia termasuk anda. Bertobatlah, anda bukan bangsa terkemuka yg lebih menguasai ilmu dibanding yang lain. Anda hanya orang bodoh diantara orang biasa
Juni 19, 2009 pukul 2:28 pm |
Urun Rembug…
walah walah puasa koq dipermasalahkan sampai segitunya
klo menurut saya yang namanya puasa itu semua bertujuan baik sebab puasa bertujuan untuk membersihkan diri guna meraih sesuatu. seperti contoh puasa2 kejawen
klo kita bicara hukumnya puasa kejawen ya dah pasti ga ada patokan yang pasti karena yang dijadikan patokan / dasar adalah hukum agama, tolong bagi para pakar2 agar ditelaah lagi tentang inti dan tujuan dari puasa jangan hanya dilihat dari sisi aturan dan hukum puasa.
klo mnrut pribadi saya ya DENGARKAN KATA HATI tentang baik dan buruknya
sekian dan matur nuwun
Agustus 10, 2009 pukul 11:04 am |
emang lu siapa?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Agustus 10, 2009 pukul 12:32 pm
Bapak….
jangan gampang emosi…
bagaimana mau jadi panutan kalau menanggapi tulisan aja se-emosi begitu. kalau tidak cocok ya… berikan dasar2nya untuk di baca, di telaah dan dinikmati bersama sebagai sarana untuk menuju ke jalan-NYA.
kalau komentarnya langsung menghakimi seseorang itu musrik/syirik atau apapun namanya menurut anda adalah yang paling benar, tapi disisi lain apakah anda pernah bertanya pada diri anda sendiri. sebenar apakah anda di hadapan TUHAN???
kita semua tidak tahu puasa kejawen itu benar apa tidak, walaupun tidak ada dasarnya dalam kitab agama manapun. kita hanya bisa menikmati dan memetik hasil daripada puasa supaya kita lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta.
KEBENARAN hanya milik ALLAH khan…? bukan anda…???
Juni 27, 2009 pukul 4:15 pm |
Menurut Ki Rogo sendiri apapun itu untuk kebaikan pasti akan di balas dengan kebaikan begitu juga dengan puasa baik dengan tata cara yang berbeda jika untuk kebaikan pasti dapat juga menentramkan jiwa kita, kecuali puasa yang dengan tujuan tertentu dan itu sifatnya bertolak belakang dengan apa yang di amanahkan kepada kita umat manusia yaitu kebaikan dan mendekatkan kepada sang Kholik, maka yang kita dapat adalah rasa was was yang tiada menentu
Juli 15, 2009 pukul 10:20 am |
apakah dalam puasa kejawen boleh diniati untuk meraih jabatan,
Agustus 10, 2009 pukul 11:07 am |
gila jabatan banget sich luuuu, puasa kejawennya aja bid’ah dholalah( SEsat )
Agustus 10, 2009 pukul 10:58 am |
haroooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooom.
puasa itu semua tdk ada dlm islam, jadi yang melakukunnya jangan mengaku beragama islam. Syiriiiiiiiiiiiiik Akbar.
Agustus 10, 2009 pukul 11:42 am |
walah walah…. koq pada emosi yaaaa….
bagaimana mau dibilang sebagai panutan kalau menanggapi tulisan aja sdh emosi……
seharusnya kalau menurut saya pribadi “INI MENURUT SAYA PRIBADI” Kalau berkenan KOMENTAR, ya beri support yang mendukung. tapi kalau ga berkenan alangkah baiknya berkomentar dengan memberikan dasar/dalil atau apapun namanya, agar yang membaca tahu arah mana yang harus di tempuh.
JANGAN HANYA (bisa di liat siapa yang emosi….)
makaciiiihhhh
Akur dengan SANGKAN PARAN Berkata:
Agustus 17, 2009 pukul 9:42 am |
Salam dan bahagia; lengkap sudah yang kita baca,marilah kita ketaman melihat belajar dari bunga-bunga ditaman, ada mawar, melati, kenanga, cempaka dan lain2. Bunga2 itu memancarkan keharumannya, keindahan nya, semata-mata untuk sujud kehadirat Alloh SWT. mereka hidup rukun di tamansari. Kita lihat margasatwa dilaut ada berbagai macam ikan dengan ukuran dan speciesnya, didaratan berbagai binatang dengan aneka ragam begitu pula di udara beraneka ragam burung; masing2 hidup tertata dihabitat mereka. itu semua sudah menjadi kehendak Alloh; dan mereka semua juga selalu memuji Asma Alloh dengan cara dan kemampuannya masing2. Mawar tidak akan mencela melati yang kecil, melati tidak akan mencela bunga bangkai yang aromanya tidak enak.Muara kita semua adalah Sang Suci Allah.
Oktober 9, 2009 pukul 3:02 am |
jawaban yang menentramkan jiwa. Tujuan utama kita mensucikan hati menuju yang suci bagaimana kita bisa sampai ke Yang Maha Suci jika hati kita dikotori iri, dengki, hasud. banyak jalan menuju ROMA, apalagi ALLAH YANG MAHA BESAR biar banyak jalan 1 yang kita tuju yaitu ALLAH TA’ALA.
Agustus 19, 2009 pukul 6:06 am |
SEBENARNYA INDONESIA DIJAJAH CHINA.KUBILAI KHAN INGIN MENGUSAI INDONESIA DENGAN MENGIRIM 2 KALI ARMADA PERANG.CHINA LICIK DAN JAHAT.TAK BISA MENGUSAI DENGAN KEKERASAN DIGUNAKAN CARA LAIN.DIKIRIM KALIJAGA MENYEBARKAN AJARAN SETAN YANG DISAMARKAN WAHYU.AJARAN KALIJAGA JUNGJUNGANNYA SETAN/BUTO TANPA KEPALA YANG SENANTIASA INGIN MEMPERKOSA WANITA.NEGERI YANG WANITANYA DILECEHKAN AKAN SENANTIASA MENDERITA.KARENA MAKHLUK SURGA TAK SUDI MEMBERI KEMAKMURAN KARENA WANITANYA DI LECEHKAN.INI SURATAN.AJARAN KALIJAGA DISEBUT SURYA SENGKALA ARTINYA JURU PENERANG YANG MENGHANCURKAN.SURYA SENGKALA ARTINYA AGAMA YANG MENGANTARKAN PADA KEHANCURAN.AGAMA YANG MENGANTARKAN PADA KIAMAT.CONTOH RIILNYA ACEH BILA SEMUA KEPULAUAN DI INDONESIA SEPERTI ACEH TERGERUS TSUNAMI 3 GENERASI CHINA MUDAH MENGUSAI INDONESIA.
Agustus 29, 2009 pukul 2:16 pm |
ASSALAMUALAIKUM…..
Tolong donk Yang punya Ilmu Lebih,
Saya mInta, Saya Cuman Mau tau, cara membuka mata baThin Dan menutupnya. . .
kalo tau Nh facebook saya,,,,
FB:alifwahyudi@gmail.com
Mkasih atas partisipasinya
waassalam
September 5, 2009 pukul 5:51 am |
poso iku soko ajaran hindu yaitu upawasa oleh orang jawa diplesetke jadi puasa diplesetkan lagi jadi poso. biasanya sebelum poso ada karamsa atau kramas. kalau islam tidak ada puasa yang ada saum.
kalau poso weton kalau orang jawa selapan 35 hari sekali.sebab dijawa hari kelahiran ada pasarannya misal seloso kliwonm, rebo paing dll.
rasah do padu. nanti Alloh akan menjelaskan apa yang kalian perdebatkan.
September 8, 2009 pukul 5:30 pm |
apa hukumnya jika puasa mutih dibulan ramadhan..???
tolong balas ke e-mail saya: kaptenmuktar@yahoo.com
Oktober 2, 2009 pukul 9:14 am |
saya tertarik dengan tulisan Puasa ala kejawennya
mudah2an ada manfaatnya buat saya
Oktober 5, 2009 pukul 12:02 pm |
anda apa benar2 sudah paham yang dimaksud dengan puasa muti,kenapa anda bilang hanya boleh makan nasi dan air putih padahal menurut ajaran sang pembuat dan guru purwa kejawen yang namanya puasa mutih itu boleh makan apa saja kecuali ada bumbu cabai,garam,gula dan tebu,walaupun makan ikan juga boleh asal tidak dibumbui
Oktober 9, 2009 pukul 2:51 am |
Biarkan mereka dengan keyakinannya. Allah saja melarang Rasul menjudge umatnya sesat (kalo ga salah denger sih gitu)
Oktober 26, 2009 pukul 4:03 am |
semua yang ada didunia ini adalah kehendak-NYA, baik, buruk, benar, salah, hanya dengan niat karena-NYA kita serahkan hidup ini, puasa kejawen atau puasa dalam islam kalau niatnya hanya karena-NYA pasti DIA akan meridhoi. Amiin
Oktober 29, 2009 pukul 2:03 pm |
saya ingin sekali berpuasa ala kejawen tapi saya sangat sulit menjalankanya karena tidak ada gurunya langsung. saya pingin cari yang mau menajari saya tentang tata cara puasa atau tirakatan.
Oktober 31, 2009 pukul 5:55 am |
kulo tiyang alit inhkang jublub ambelelu kotonge seserepan derek seserepan agennipun metawis kejawen,ingkang badhe kulo tangletaken punopo kakang kawah adi ari-ari , lan sadulur pancer puniko awit kulo dereng mangertos menawi kejawen dipun campur kaleh agemi macem-macem, baten asli dumateng pangeran kang dumadi
Oktober 31, 2009 pukul 5:58 am |
nak jowo- yo jowo ajo dicampur-campur nine nasionalisme tapi budaya arab, india, cina, eropa kok dibawa, jangan mentang-mentang itu agama agama yang diyakini terus kacang lupa kulitnya, bahkan menjelekan bangsa dan budaya sendiri
Oktober 31, 2009 pukul 6:05 am |
jangan bilang agama langit dan agama bumi, itu konsep yang dibawa orang dengan maksud pilitik tertentu. tok kita tinggal di bumi, kalau anda mengatakan agama langit atau ikut agama langit kenapa anda tidak tinggal di langit, sebelum anda beragama dan berbicara tentang agama sebaiknya anda tahu sejarah awal agama dan budayanya kondidi apa yang terjadi dan apa yang dilakukan. kalau benar dikatakan agama sebaiknya benar buat diri kita sendiri, benar buat orang lain, tidak merugikan diri sendiri, tidak merugikan orang lain, dan bahkan tidak melakukan kesalahan sedikitpun walaupun itu lewat ucapan, berbuatan dan pikiran apa bila itu masih dilanggar tidaklah pantas disebut keyakinan agama yang benar dan mutlak
November 17, 2009 pukul 7:47 am |
kenapa pula harus diributkan antara kejawen dengan islam??
biarlah ALLAH yang menilai,kita hanya kembali kepada-Nya
November 23, 2009 pukul 2:18 am |
salam utk semua
khususnya bagi pembuat blog ini sy ingin mengklarifikasi tentang sedulur papat limo pancer itu tdk ada yang ada sedulur pitu. bagi asli kejawen pasti paham dan mengenai sedulur papat limo pancer adalah kelakuan orang arab yg membelokkan kebenaran ilmu dan budaya di tanah ibu pertiwi khususnya tanah jawa. mengenai mantra / rapal yang dibaca kenapa ditambahkan bahasa lain (arab) padahal ini ilmu jawa itu menandakan bahwa orang arab pintar menjiplak bahkan merubah yang benar jadi sesat. semua agama pasti akan mengklaim bahwa agama mereka paling benar padahal kalau kita kaji lebih mendalam agama adalah budaya2 asing yang menjajah negara kita dengan janji2 yang manis dan muluk2 bahkan menyakiti sesama manusia. dan ada yang lebih gila pemikiran orang2 bodoh bahwa ALLAH hanya milik orang muslim/islam yang lain Kafir/tdk bertuhan. tapi kenapa daerah2 yang digoncang bencana kok kantung2nya muslim/islam seperti ACEH/PADANG/BANTUL/BIMA dll. itu menandakan ALLAH murka. tapi dasar terkenal dengan bebal nya sdh dibuktikan lgs malah membelokkan dg kejadian alam kek atau apa. padahal kalau kita kaji lebih mendalam walaupun itu kejadian alam tetap ALLAH yang mengatur. sebenarnya kalau ALLAH nya orang muslim memang benar2 sakti kenapa manusia yang bukan islam tdk di binasakan itu menandakan ? .. Bangsa indonesia memang bangsa yang bodoh gampang di iming2, gampang di provokasi . khususnya orang jawa pada saat hindu masuk diterima kemudian islam masuk dilanjutkan kristen dan yg lain. lah sekarang kejawen sendiri dianggap aliran aneh apa itu tdk bodoh dan aneh. sy salut dg bangsa arab memperkenalkan budaya mereka dan biasanya di tempel bangsa cina menjajah secara ekonomi.
yang miris lagi harta kekayaan kita dikuras sedikit demi sedikit di boyong ke arab pergi haji dg alasan rukun islam. nanti anak cucu kita tinggal menerima ampasnya krn tanah2 kita dijual . apakah itu yang dinamakan berpikiran positif kalau hanya duniawi dikejar. ingin dihormati,ingin gelar,ingin disebut dekat dg ALLAH padahal sangat jauh. orang arab yang menikmati devisa negara kita krn aslinya negara mereka tandus gersang miskin spt minyak yang digembor2kan kalau dikuras terus menerus akan habis . makanya senjata yg dipakai adalah lidah ( lidah utk menipu) seperti pepatah dunia (UNIVERSAL) mengatakan LEBIH MUDAH ONTA MASUK KE LUBANG JARUM DARIPADA ORANG KAYA MASUK SURGA . seperti kalau kita sembahyang carilah tempat tersembunyi untuk menghadap ALLAH dan berkomunikasi dg ALLAH dan jangan memperlihatkan pada manusia yg lain bahwa kamu orang Saleh/benar hanya ALLAH yg tahu. kalau kamu memberi/kurban binatang jgnlah orang lain tahu hanya ALLAH yg tahu. Agama tidak perlu dibela krn agama milik pribadi ( panggilan jiwa) bukan keturunan/paksaan. (ALLAH MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG). ALLAH tdk perlu dibela krn ALLAH MAHA BESAR KUASANYA/MAHA SAKTI. Janganlah menjadi orang2 yang merusak/menghancurkan orang lain krn alasan membela agama atau membela ALLAH itu menandakan bahwa orang2 seperti itu tidak mengenal ALLAH dan bahkan tidak tahu apa yang dia sembah. janganlah kamu sembahyang krn sungkan/malu dengan orang lain itu pertanda kamu msh mementingkan duniawi. seperti contoh seekor ayam akan berkokok atau berbunyi layaknya seekor ayam bukan ayam itu ngomong kalau dia ayam krn apa yg diperbuat itu menandakan dia bukan ayam . seperti manusia kalau dia bilang bahwa dia benar/sakti/baik itu adalah sebaliknya manusia itu tdk benar/tidak sakti/tidak baik. mulai dari cara berpakaian dia tunjukkan dia orang yg dekat dg ALLAH itu menunjukkan dia jauh dr ALLAH .
ALLAH tdk butuh apa2 hanya ingin manusia berbuat baik dan benar pada manusia yang lain.sekian
November 24, 2009 pukul 6:12 am |
sudah,jgn slg menyalahkan ato membenarkan. . .
biarlah Allah yg membuka “tabir yg menyelimuti kebenaran”. . .
“penyeragaman = penghancuran”
karena biar bagaimanapun,setiap makhluk hidup di seluruh alam semesta usdah di berikan “tugas” sendiri2 oleh SANG MAHA PENCIPTA. . .
brarti stiap 1 makhluk punya 1 tugas yang “mungkin” berbeda antara 1 dan lainnya yang tentunya saja tidak lain bertujuan untuk menyeimbangkan alam semesta. . .
kalau smua makhluk “di paksa” dg cara yang tersurat atau pun tersirat,lalu tugas2 yang lainnya bagaimana. . .
bukankah hanya akan menimbulkan “kehancuran”. . .?
jangan berbicara masalah “BAIK” karena baik 2 relatif. . .
baik bagi saya belum tentu baik bagi panjenengan. . .
bukankah sebenarnya perbedaan 2 indah. . .???
“BUNA TERLIHAT INDAH KARENA WARNANYA 1 SAMA LAINNYA ADA YANG BERBEDA. . .”PETIKAN GITAR TERDENGAR MERDU KARENA NADA YANG BERBEDA. . .”
Allah MAHA PENGASIH,kalau DIA menghendaki bisa saja,”KEBAIKAN DI RUBAH-NYA MENJADI KEBURUKAN,DAN KEBURUKAN BISA DI RUBAH-NYA MENJADI KEBAIKAN. . .”
jadi saya minta tolong panjenengan sami jangan saling menyalahkan atau membenarkan, , ,
lakukan apa yang menjadi “panggilan jiwa” panjenengan sendiri2. . .
menawi kula salah,kula nyuwun pangapunten ingkang estu marang panjenengan sami, , ,
matur nuwun,
November 24, 2009 pukul 6:54 am |
sebenarnya masyarakat jawa adalah suku bangsa yang religius,bahkan JAUH SEBELUM AGAMA HINDU,BUDHA,ISLAM MASUK. . .
bahkan jauh sebelum agama2 itu sendiri masuk,bahkan masyarakat jawa kuno sudah mengetahui bahwa ADA YANG MENGATUR ALAM SEMESTA
BUKAN PEREMPUAN DAN JUGA BUKAN LAKI2,MAHA PENGASIH,MAHA PENYAYANG DSB,YANG JELAS DI SANG MAHA SEGALA-GALANYA. . .
dan juga tolong jangan mencoba menyudutkan orang2 jawa, ,
suku bangsa jawa adalah salah 1 pilar besar bangsa indonesia, ,
kalau ada yg mau meruntuhkan slh 1 penyangga negara,apa yg akan terjadi, , ,??(monggo di renungkan)
beberapa jenis orang yang mudah di provokasi adalah orang2 yang mempunyai cara berfikir yang kaku,fanatik dst. . .
jadi silahkan menjalankan apa yang panjenengan percaya n juga tolong jangan menyalahkan yang lain. . .
setiap orang mempunyai cara berfikir yang berbeda(itulah kodrat). . .
tapi apakah panjenengan benar2 “BENAR”. . .??
apakah anda sudah mendapatkan “INTINYA/RASANING RASA PUNIKA”???
sebaiknya,dalami apa yang anda percayai lakukan debngan ikhlas n jangan mencoba menyalahkan orang lain yang berbeda dengan anda. . .
matur nuwun, ,
November 27, 2009 pukul 4:29 pm |
Astaqfirullah alazim…Allah sudah menurunkan nabinya dengan kitabnya untuk meluruskan manusia yang sesat. Tidakkah kita belajar dari ummat terdahulu yang menolak islam, mereka hancur. Laku kenapa kita harus ikut dengan budaya nenek moyang…bukankah sekarang kita lebih cerdas?
soal gaib itu urusan Allah, ingat syaitan bisa menyerupai apa saja, ia sangat pandai menyesatkan manusia, termasuk dengan berbagai cara seperti budaya kejawen…kejawen tidak bisa dijadikan patokan atau ajaran spiritual, sebab tidak ada patokan yang pasti, semuanya punya pendapat masing-masing jadi bisa kacau.
Budaya seperti inilah yang ingin diluruskan oleh nabi dan waliyullah, termasuk Sunan Kaliga (wali songo). Beliau mengajarkan islam dengan budaya lokal, tujuaannya agar islam bisa diterima di tanah jawa. Hanya saja inti ajaran beliau yakni dinul islam tidak diterima dengan baik sehingga menimbulkan pengertian dan penafsiran yang beragam. Sungguh sangat bodoh jika kita menggantungkan nasib kita terhadap nenek moyang yang dirinya saja belum tentu selamat, mungkin saja saat ini mereka lagi disiksa di neraka karena ajarannya sudah banyak menyesatkan.
Tapi memang jika Allah sudah menutup mata hati seseorang, maka dia akan sangat sulit untuk menemukan kebenaran…hatinya akan sekeras batu. Sungguh merugi jika adan harus mati dalam keadaan di luar ajaran islam yang kaffah…saya bukan menggurui tapi kewajiban sesama mulsim untuk saling mengingatkan…..
Sesungguhnya Allah sudah menurunkan Alquraan dan Sunnah sebagai petunjuk, dan sangat tegas Allah mengancam bagi siapa saja ummatnya yang musrik dan ingkar
November 27, 2009 pukul 4:34 pm |
Mas tirto kalau ngomong hati-hati….anda tidak punya hak menilai Islam..ingat agama Islam itu agama terbesar di jagad ini…anda itu siapa? pengetahuan kamu kan hanya sebatas batok kepala kamu……tanpa kamu sadari azab atau laknat itu sudah ada pada dirikamu sendiri…..