Tarekat

Tarekat berasal dari bahasa Arab thariqah, jamaknya tharaiq, yang berarti: (1) jalan atau petunjuk jalan atau cara, (2) Metode, system (al-uslub), (3) mazhab, aliran, haluan (al-mazhab), (4) keadaan (al-halah), (5) tiang tempat berteduh, tongkat, payung (‘amud al-mizalah).

Menurut Al-Jurjani ‘Ali bin Muhammad bin ‘Ali (740-816 M), tarekat ialah metode khusus yang dipakai oleh salik (para penempuh jalan) menuju Allah Ta’ala melalui tahapan-tahapan/maqamat.

Dengan demikian tarekat memiliki dua pengertian, pertama ia berarti metode pemberian bimbingan spiritual kepada individu dalam mengarahkan kehidupannya menuju kedekatan diri dengan Tuhan. Kedua, tarekat sebagai persaudaraan kaum sufi (sufi brotherhood) yang ditandai dengan adannya lembaga formal seperti zawiyah, ribath, atau khanaqah.

Bila ditinjau dari sisi lain tarekat itu mempunyai tiga sistem, yaitu: sistem kerahasiaan, sistem kekerabatan (persaudaraan) dan sistem hirarki seperti khalifah tawajjuh atau khalifah suluk, syekh atau mursyid, wali atau qutub. Kedudukan guru tarekat diperkokoh dengan ajaran wasilah dan silsilah. Keyakinan berwasilah dengan guru dipererat dengan kepercayaan karamah, barakah atau syafa’ah atau limpahan pertolongan dari guru.

Pengertian diatas menunjukkan Tarekat sebagai cabang atau aliran dalam paham tasawuf. Pengertian itu dapat ditemukan pada Tarekat Qadiriyah, Tarekat Naksibandiyah, Tarekat Rifa’iah, Tarekat Samaniyah dll. Untuk di Indonesia ada juga yang menggunakan kata tarekat sebagai sebutan atau nama paham mistik yang dianutnya, dan tidak ada hubungannya secara langsung dengan paham tasawuf yang semula atau dengan tarekat besar dan kenamaan. Misalnya Tarekat Sulaiman Gayam (Bogor), Tarekat Khalawatiah Yusuf (Suawesi Selatan) boleh dikatakan hanya meminjam sebutannya saja.

Kedudukan Tarekat dalam Empat Tingkatan Spiritual

Syariah-thariqah-hakikah.jpg

Bagan Empat Tingkatan Spiritual Umum dalam Islam, syariat, tariqah atau tarekat, hakikat. Tingkatan keempat, ma’rifat, tingkatan yang ‘tak terlihat’, sebenarnya adalah inti dari wilayah hakikat, sebagai esensi dari kempat tingkatan spiritual tersebut.

Disuting dari Wikipedia 

About these ads

21 Tanggapan to “Tarekat”

  1. kunanto Says:

    no koment. saya ingin tanya siapa yang bikin web ini/yang punya terima kasih

  2. zahedi koto Says:

    Bagus sekali,suatu ilmu,pengetahuan yang membawa kita utk mengnali diri kita dan tentunya selanjutnyaakan mengenal siapa Pencipta kita.

  3. sangpencari Says:

    artikel sip,,,,,,,,,lebih sip lagi kalau udah di praktekan tanpa membaca atau menyalin dari teori2 yang kadang masing grambyang ,,,,,,,selamat beribadah

  4. Tahjudin Says:

    AKIDAH Tauhid Iman
    Bahasan :
    Ingin Melihat Allah?
    Hadith :
    Dari Abdullah bin Syaqiq, katanya: “Kataku kepada Abu Zar: Sekiranya saya berjumpa dengan Rasulullah s.a.w. niscaya kutanyakan kepada beliau suatu soalan. Kata Abu Zar:” Tentang apa?” Jawab Abdullah:” Apakah tuan melihat Allah?” Kata Abu Zar:” Itu pernah ku tanyakan kepada beliau, dan dijawabnya:” Saya hanya melihat sinar Wudullah serupa tidak sebanding (nur)”. Allah Ta ala Bisa di kenal Tapi tidak bisa di perkenalkan Kepada siapapun .kata rasullah aku Menyembak Allah yang ku kenal, Dan Nabi Musa Menyembah Allah Yang dia Kenal. Begitu juaga Pengenalan 24 Nabi Yanglainya. Dan Begitu juga Nanti semua semua umat 2ku, Karena sangat3 Rahasia Peribadi. Apa bila tampak suara ,tidak Tampak ujud , apa bilaTampak ujud Tidak Tampak suara. Seperti Yang di lakukan nabi musa di bukit tursiana , mau betul Melihat ujud allahYang Serupa tidak sebanding.
    Jangan rampas . sipat allah Asma Allah Ap al Allah dan Ujud Allah. Dan Jangan Engkau aku itu. Itu adalah sipat 2 Orang Yang Melampai Batas. Yang Apabila ditunjukkan Kebenaran . selalu Ragu Kemudian Berpaling Padahal sudah 4 kitab dan 25 Nabi utusan. Itu semua Kare engkau sibuk Meng urusi duniawi, lupa Menuntut Ilmu:Hds >Memuntul ilmu itu Wajib fardu Ain Atas Muslim Laki2 dan Muslim Perempuan: kewajiban Menuntut ilmu usuluddin Sama Wajib nya Denga rukun Islam
    Apa bila di Langgar Mutlak Hukumnya Haram.Hds Qudsi: awaluddi Ma’ripatullah+artinya:Awal Ber agama Menenal Allah> dan Bermula sembah itu Atas
    Kenal Kepada Allah. Seperti 25 Nabi sahabat. Dan Wali allah dan hamba Allah Yang Mukarabin. Hanya kenangan untuk mencari ke jenjang yang lebih baik. Ampun ma af.

    (Muslim)

    Huraian
    Ma’rifat adalah nikmat yang teramat besar. Namun, kenikmatan syurga tiada sebanding dengan nikmat menatap wajah Allah secara langsung. Itulah puncak dari segala puncak kenikmatan dan kebahagiaan. Rasulullah s.a.w sendiri menjanjikan hal ini dan baginda pernah menyebut bahawa umatnya akan dapat melihat Allah SWT di Saat pana ,Maupun jaga,Kejahiranya Sangat Nampak Pada Hamba,Hadis qudsi Al insanu syirri wa ana syirrohu+Adapun insansan itu Rahasiaku kata allah Dan aku pun rahasianya. Unsur Insan itu+ ada jasad ada nyawa, ada Allah :Maka hiduplah Hamba. Adapun Jasat,Nyawa,dan Allah ta ala. Bagaikan Barang senyawa ,Yang tidak bisa di pisahkan Satu samain, Begitu juga, Lagit dan bumi, dan makluk lainnya . allah Ta,ala satu Disembah Bersama2 ramai2 bukan begitu.itu hanya sangka saja, Ma ripatnya allah Swt Esa Pada wujud Hamba Masing2 sudah mutkak satu persatu di beri sesembahan kenapa berpaling Mencaryang jauh ,sungguh melampaibatas dalil.=aku beserta hambaku dimana dia berada.Tentang melihat Allah ini, Allah SWT berfirman mengisahkan permintaan Musa untuk melihat-Nya: “Dan tatkala Nabi Musa datang pada waktu yang kami telah tentukan itu, dan Tuhannya berkata-kata dengannya, maka nabi Musa (merayu dengan) berkata:” Wahai Tuhan ku, perlihatkanlah kepadaku (zat-Mu Yang Maha Suci) supaya aku dapat melihat-Mu.” Allah berfirman: ”Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku. rahasianya= tidak ada yang bisa melihat Allah Hanya allah. Sebab Terdinding Hamba kepada Allah ,selain ujud allah Masih ada Rasa Ujud Hamba Cuma itu. tetapi pandanglah ke gunung itu,Pada kutika Nabi Musa menandang gunung Begitu juga allah Taala berpisah sementara daripada jiwa Nabi musa maka Maka pinsan nabimusa Bukannya mendengar Akan letusan gunung tsb ,jika ia tetap berada di tempatnya (sebagaimana sediakala) nescaya kamu dapat melihat-Ku.” Setelah Allah ‘Tajalla’ (menzahirkan kebesaran-Nya) kepada gunung itu, (maka) ‘Tajallinya’ menjadikan gunung itu hancur lebur dan nabi Musa pun jatuh pengsan. Setelah ia sedar semula berkatalah ia:” Maha Suci Engkau (wahai Tuhan ku), aku bertaubat kepada Engkau dan akulah orang pertama beriman (pada zamanku)” (al- A’raf : 143). Maha Suci Allah Yang Maha Berkuasa, Tiada daya sekalian makhluk melaink Allah.
    Ampun Ma af

    Wassalam
    Tahjudin

    Ampun Ma af:
    Assalamu Alaikum……
    KAJIAN SYAHADAT TAUHID/KEESAAN

    1. NIAT SYAHADAT
    2. RUKUN SYAHADAT
    3. BINASANYA SYAHADAT/ BATHAL
    4. PENYAKSIAN SYAHADAT.

    1 NIAT SYAHADAT

    FA’LAM ANNAHU LAAILAHA ILLALLAH
    WAL AWALU WAL AKHIRU WAL ZAHIRO WAL BATHINO
    ASHADUALLAILAHAILLAHU WA ASYHAHADU ANNAMUHAMMADARRASULLAH.

    MULAI AWALKEHIDUPAN DANAKHIR KEMATIAN
    DARI ZAHIR MAUPUN BATHIN TETAP TIDAK BERUBAH
    IKTIKAT HAQQUL YAAKIN AINULYAKIN KAMALULYAKIN.
    TETAP DUAKALIMAH SYAHADAD.

    AGAR ALLAH SENANTIASA MEMELIHARA KEYAKINAN KITA
    TDAK BATHAL ATAU BINASA.SYAHADAT KITA
    DOA;
    RABBANA MAAKHALAQ TAHAZA BATHILA PA SUBHAKA
    PA KINAA AZBANNAR.
    PAHALNYA SETUNG HITUNG BINTANG DILANGIT DENGAN
    NIAT MEMELIHARA HAQ MEMELIHARA SYAHADAT.

    2.R U K U N SYAHADAT TAUHID

    1. MENG ESAKAN AKAN ZAT ALLAH
    KAJIAN=TAUHIDUS ZAT . Ilmunya=,MA’ RIFATULLAH.
    DALIL= LA ZATUN BI HQQI ILALLAH= tiada ada yang punya zat yang haq selain allah . KESIMPULAN =Kenal ALLAH.Juga HAMBA
    Zikirnya Zikir =syir rahsianya= ismu ZAT Nama aslinya: zat allah. Tersembunyi.Pujinya: mutlak:puji qadim Bagi qadim,Atau.puju Allah bagi Allah Namanya: Kalam qadim. Kajiannya -Ma’rifat,Mengenal Allah :pengenalan Akan Lenyap Dalam Tkbiratul Ihram.
    Takbir, Akan lenyap di dalam husu sesa at, husu Akan lenyap Kepada Mabrur, Mabrur, Akan Lenyap Kepada Zat Wajibal wujud Laisa Kamislihi Syai un.
    2. MENG ESAKAN AKAN SIPAT2 ALLAH.
    KAJIAN = TAUHIDU SIPAT . Ilmunya= HAQIKAT >>>>>>>>>>>>
    DALIL= LA SIPATUN BI HAQQI ILALLAH=tiada ada yang punya sipat haq kecuali allah amalan. Sipat 20. wujud s/d Mutaqallimun hanya milik allah. Zikirnya;zikir; nyawa rahasianya : ismul azam = Nama perhimpunan: Zahr. Pujinya .Puji Allah Bagi Qadim.
    Kajianya Mennyempurakan rukun 13 rukun shalat. Rukun 13 Akan Lenyap kepada Syahadat Syahadat Akan Lenyap kepada sipat 20 sipat 20 akan lenyap kepada .Ma,ripat.
    3. MENG ESAKAN AKAN ASMA ALLAH.
    KAJIAN=TAUHIDUL ASMA = Ilmunya= TARIQAT
    LA ASMAUN BIHAQQI ILLALLAH= Tiada yang Bernama Hanya allah Amaliahnyasma allah 99 contoh, sabur, sakur . rajak dll haya milik allah. Zikirnya:zikir= hati. Pujinya: puji Muhaddas Bagi Qadim Atau Puji Muhaddas Kepada Qadim. Setelah sempurna Menjaga Kesucian. Wudhu. Wudhu akan lenyap
    Kepada. Shalat . Shalat Akan Lenyap Kepada Syahadad.

    4. MENG ESAKAN AP’ALNYA =Ilmunya= Syariat

    DALIL= LA AF’ ALUN BI HQQI ILLALLAH=tiada yang punya ap‘al-/
    Melainkan Allah. Ket. Wala tataharraka illa bi iznillah ,zikirtnya:zikir=lisan
    Pujinya :puji Muhaddas Bagi muhaddas Atau puji hamba. Allah. Kesuciannya. Mandi junub.akan lenyap Kepada.istinja. istinja akan lenyap kepada Wudhu. Jai Saling keterkaitan sama Saling menyempurnaakan.
    =yangber nama allah itu; Ada zat ,ada sipat ,ada Asma, Ada Ap’al ada Rahasia dan
    Ada Rasa.
    Itulah yang bernama allah I sedangkan Allah Itu Hnya Nama Pangkat Pujipujian
    Yang bisa di seru Orang di seluruh Alam
    DenganPengelan Mahluk allah dahulu , akan utomatis bisa Mengenal Allah . Namanya :Jalan Pemulangan asal Usul. Tapakkaru pi Halki llah: tapakurlah tentang Maluk allah.
    Wala Tapakkaru pi Zati llah: dan jangan kau pikirkan dulu Zat Allah.
    Karena nyatanya Kudrat Irad Allah Ta’ ala itu Sabnyat nyata Pada Mahluk,/Hambanya.

    Ini Didapatnya di Pengalaman rohani.
    5.Tauhidus zauk= Mengesakan akan Rasa:La zaukun illallah:tiada yg Merasa hanya allah. Walam yazauk walam yardi walam yarpaillah. Barangsipa Siapa mengenal pasti merasa.
    6.Tauhidus syir =Meng esakan akan Rahasia Allah, Rahasianya =Ismu ZAT.
    Ket.Hadirnya rasa.di dalam rasa,dan Hadirnya suhud di dalam rasa. Martabat ini
    Bisa didapat, pada Waktu slalat , Musahadah .Murakabah ,Tapakur,didalam halwat, atau suluk , saat membaca alqur’an dan padawaktu membaca Shalawat Nabi.namanya: zatbah Rasulullah. Akan Naik ke zatbah Ilahiyah/rububiyah. Disebut makom pana naik,panapillah naik kemakom baqa dan baqa billah..apabila sampaike Martabat ini. Dinamai makom= Iza arada syaian ayyakulalahu kun payakun.atau Wama yasahum indarobbim.!! Makom ini kecuali ada ijin Allah, illab iznillah. Kalau masi h ada saja beras. Dan ada uaang dikantung.jangan jangan coba2 Takut Akan istidrat lanjuran allah.jadi !! Rabbakumul a’la .akan menyeruapi Fir’aun. Tetaplah pada pondasi asal Walan a’ maluna Walakum a’ malum. Karena kita semua, Lahaula walakuata illa billah hil alihil aziim.walalhua’lam.

    3. BINASANYA SYAHADAT / BATHALNYA SYAHADAD

    1. Menyangkal di ciptakan allah/putus asa
    2. menyekutukan allah
    3. Murtad /pindah agama kemudian kembalilagi.
    4. Meng ulang ulangi berbuat dosa besar+ besar/ durhaka kpd ibu bapa.

    5. PENYAKSIAN SYAHADAD

    DALIL
    ALAS TUBI RABBIKUM QALU BALA ANNAHU LA ILA HAILLALLAH MUHAMMADURRASULULLAH. KETERANG; ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH = PENYARAHAN JASAT MUHDDAS ATAU ZAHIR HANYA MILIK ALLAH, SAKSINYA NYAWA#WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH= Penyerahan Nyawa SYAKSINYA= TUBUH, NYAWA, ALLAH TA ALA. Sayhdan.
    HU= PENGAKUAN ALLAH TAALA = BAHWA TUBUH DAN NYAWA MU
    HAQ KU . QUL SUBHANA RABBY.
    Untukmenyelusuri ke martabat yang lebihbaik
    Ihtisal ,ilmu wal amaliah itu ihtisal kepada Rasulullah. Murid sanat dari gurunya
    Guru sanat dari gurunya sampai kepada sahabat sampai kepada rasulullah sampai kepada allahswt Tanyakanlah kpd guru yang murabbi mursid.
    Wallahualam. Lahaulawalakuata illa billahil ali hil azim.

    YANG HARUS RUTIN HARI HARI.
    KESUCIAN KUNCI UTAMA
    1. MANDI JUBUB ZAHIR BATIN sesuai cara dan niat
    2. ISTNJAZAHIR BATHIN sesuai cara,dan niat
    3. WUDHU ZAHIR BAHTIN sesuai cara dan niat
    4. SYAHADAT ZAHIR BATHIN sesuai dgn 4 tauhid ke esaan.+ rasa &syir
    Yang bikin Gara2 4 kesempurnaan di atas lenyap di istinja lenyap di,wudhu ,lenyap di rukun 13 lenyap di sipat 20 lenyap disyahadat lenyap di Ma ripat lenyap di tahbiratul ihram lenyap di . Mabrur Lenyap di.
    KET= Kalau 1 s/d 4 sempurna=Hlilanglenyap di dlm kubur kembalikepada allah
    • Mandi junub tdk sempuna putih kuning di dlm kubur utuh.
    • Istinja tidak sempurna lamak mungkal di dalam kubur Utuh
    • Wudhu tidak sempurna kurus kering di dalam kuburUtuh.
    • Syahadat tidak sempurna Hancur lebur bercerai berai di dalam kubur.BUKAN Mait TetapiBangkai. INI Tadi cum salah 1 Tdk sempurna.

    WaAkhirulda wahum alhamdulillahirabbil alamin Mudah2an bermampaat bagi diri saya sendiri, maupun orang lain, ampun maaf zahir bathin dari ujng rambut sampaiujung kaki. Karena kita mempunyai sipat kekurangan. Dabitan ini hanya sebagai kenang2an saja. Sebagai jenjang untuk kita menyelusi kepada ahlinya .dan jangan Tanya kan kepada yang bukan ahlinya.amin ya robbal alamin. Di lanjutkan
    Dengan pengenalan jalan pemulangan kaluberkenan.

    Wassalam
    Tahjudin

    MENGENAL DIRI SEKALIGUS MENGENAL ALLAH
    Dalil.Awaluddin Ma’rifatullah= awal ber Agama Mengenal akan Allah.
    Ber lakunya sembah Kepada Allah Atas Kenal , kalau tidak kenal Cuma nyebut. Man Arafa Napsahu Pakat Arap Rabbahu=Barang siapa Mengenaldiri Akankenalpada Tuhannya.
    Dalil : Innalillah= sesungguhnya kita berasal dari allah
    Wa ilaihi rojiun=Akan kembali kepada allah

    Pembuktian Sesungguhnya kita Berasal Dari Allah.
    Kata Allah Aku adalah Perbendaharan Yang Ter sembunyi.
    Aku ingin Ter kenal dan dikenal Maka kuciptakan segala alam dan isinya.
    Kata Allah Aku ingin Melihat diri Di luar diri ku.
    Sebenarnya sebelun ada langit dan bumi , sebelum ada surga dan Neraka
    Dan juga sebelum Ada Mahluk. Dan allah pun belum di kenal sudah adalahkita.
    Sekarang ? adanya kita dimana?

    Adanya kita semua Yaitu didalam Per bendaharan Allah didalam kunhi zat allah.
    Sedangkan allah Masih seorang diri. Apakah roh kita apakah Sama Usia Allah dengan Roh kita .sama2 tiada Awal tiada akhir.
    Kata Allah Wahai segala Perbendaharaan roh Manusia aku ingin Mencipta Alam perhatikan dan sebut KUN secara ber sama2.
    KUN = bersama2 jadi 7 lapais bumi dan isinya tumbuhan dan Binatang didarat dan dilaut.
    KUN jadi 7 lapis langit Dan pelanet ,tatasurya.dan Gugusan bintang
    KUN jadi Surga . KUN jadi Neraka. KUN jadi Malaikat, KUN lagiJadi Jin, KUN lagi Jadi.Iblis. Sudah 7 x KUN. Kesemuanya ter sebuta Kata Allah Adalah Berdiri Sendiri dengan Nyawa Masing.Kesumuanya aku yangmengendalikannya. Yang sudah diberi tugas sesuai Perjanjian .

    Sekarang Kata Allah Akuingin Melihat Diriku diluar diriku aku Mau mencitakan
    Adam.
    Dalil: Wahalaqta adama Kasuratihi=Kuciptakan Adam Seperti rupaku Kata Allah
    Atau Seperti Bentukku atau Seperti aku kata allah.
    Allah Taala Memerintah kan Jibril Untuk Mengambil. Tanah ,angin ,api,dan Air
    Di Pertengahan dunia. Di negeri Mekkah. Dimana Nanti di bangun ka’ bah Baitullah Oleh Nabi Ibrahin.
    Proses Penciptaan Adam. Kata Allah Akan kuBuat Adam Seperti Ujud ku Kata Allah
    Baik bilang Malaikat. Setelah Adam Di Bentuk Persis Allah Ta ala
    Maka Allah Ta ala. Meniupkan Roh Kepada Adam Lalu adam Bersin , apa gerangan Yang Terjadi. Adam Cuma bisa Bernapas saja . Nama Napasnya idaf . wahai jibril Aku Sudah Bisa Melihat diriku diluar diriku, Allah Taala sangat senang.
    Walaupun sudah .hidup .Namun adam Masih Belum Bisa ber jalan dan Bergerak ,berkata, balum bisa Mendengar dan Merasa. Masih kaku adam.
    Hai jibril Bagai mana ini ? adam tidak bias apa2. Sekarang Kata allah KUN
    Sempurnalah adam. Setelah diKun adamTetap Saja Belum sempurna..
    Kata Allah Whai jibril >Kamu diam2 Saja AKU AKAN BER TAJALI di ujud Adam Biar Adam Sempurna.Biar Aku Gaib diri Adam Dan Aku ingin Di kenal dan Terkenal. Aku akan Menjadi Rahasia Diri Manusia . dan aku Akan Meneteskan Per bandaharan zatKU melewati Sulbi Adam.
    Setelah Adam Sudah sempurna Adam Tinggaldi dalam surga. SeOrangdiri.
    Bagaimana Biar Adam Tidak Kesepian disurga status Adam Belum Tau entah Laki Entah bini jadi adam yatim tidak punya bapa tidak punya ibu .jadi adam itu binnya siapa?Sulbi Adam Belum Memanjang.
    Adam Maliku jasat: adam raja sekalian jasat.
    Muhammad Malikul Arwah: Muhammad Raja sekalian roh
    Allah Malikul zat :allah raja sekalian zat.
    Sekarang adam ditidurkan Oleh Allah . adam tidur pulas . dengan ,kuasa allah di cabutlah Tulang rusuk Adam di sebelah kiri. Dijadikanlah SITI HAWA Nur sia permula asal.
    Sekarang adam tidak kesunyian lagi disurga , dan Adam dimuliakan Para Malaikat dan kalangan jin Kenapa ? Sebab Hanya Bangsa malaikat Yang Melihat allah Ta’ala ber tajali Penuh Kediri adam . Karena ADAM dimuliakan Betul oleh Malikat. lalu iblis Hiri Dengki ,sama Adam Dan Hawa , Lalu iblis menipu daya adam. Apa sebab nya iblisMau menipu daya adam Sebenarnya caranya allah Taala Aja ingin dikenal dan terkenal biar cepat turun kebumi adapun iblis diciptakan dari Api. Dia disipati allah Al Mutakabbirin.+takbur..
    Sebenarnya adam Maudukirim Kebumi sebaagai Halipah dimuka bumi. Wakil allah dimuka Bumi. Jadi Alwakil dengan albathin :adalah satu. Dalil+ zahirro Rabbi pi Bathini Abdi.= zahir allah pada bathin hambanya. Lalu Adam di beri : Nama2 segala sesuatu dalil+wa adamul Asma Akullaha. Wa adamu sipat akullaha, adamu wujut akullaha. Wadamu syir akullaha. Adamu zauk akullaha.
    Jadi adam di beri segala nama segala sipat segala rahasia ,segala rasa.
    Wal Hasil Iblis Menggoda, Mau me makan akan buah huldi , lalu terbuka lah
    Napsubirahi. Sulbi adam Memanjang .sulbi sitiHawa tabuka . lalu tidakPantas lagi ting ggal disurga . kutor surga. Lalu dengan izin allah,adam turun Keudnia bersama sama2 ada tiga Unsur Didiri Adam. TUBUH. NYAWA ,ALLAH TA ALA. YANG TIDAK bisa dipisah kan adam dan hawa di bekali Rasa surga Jannatun Naim biar dia Ingat pulang kesurga. Yaitu Rasanya Pada Waktu AdamKumpul sama hawa di dunia. Waktu kita kumbul isteri disini orang .Kalilam mayaskurun .atas nikmat surga jannatun naim.
    Sekarang diri kita ada di perbendaharaan adam Yaitu gaib Di sulbi adam sulbi nuh ,terus sulbi Ibrahim sampailah ke sulbi Abdullah. Dikandung rahim siti
    Aminah. Lahirlah Rasulullah SAW. Di kota mekah.
    Jadi kita gaib dari sulbi kesulbi 25 nabi Menyebar SampaiKesulbi Orang tua kita. Lahirlah kita .sama unsurnya ilal Asli .3Unsur jasat, roh, dan Allah ta’ala.Satu Batang Tubuh. Ket. Mencadi Allah diluar didiri Syirik Mencari Allah Didalam Diri Jindik. Misal Kapas Brlindung Di benang Benang Berlindung di kain. Seakan2 Kapas dan Benang tidah Mampak. YangNampak Adalah Kain.Atau gaib Allah Yang nya ta Hamba. Sebab Terdinding kita Kepada Allah, Selain Ujud Allah. Masih ada Rasa ujud kita. Selain sipat Allah Masih ada Rasa sipat kita.
    Misal Ujud Artinya Ada Mustahil tiada Ber arti nyataADA.Lawannya Adam.Tiada.
    Ber arti Adam Cuma Hanya Nama saja yang ada Allah Taala saja. Sekrang allah
    Ta ala didak Bisa menyamar lagi. Sandi wara allah ta alasudah Ketahuan Berani lah ngomong Begitu . Allah Taa la Sangat senang sekali Kalaukita mengenalidia.
    Daripada kita tdk Kenal terdinding Merupakan Najis Hidapan allah.
    Unsur Manusia : ada tubuh. Ada roh/nyawa/ ada allah Ta’ala
    Rasulullah Berkata: Tiada ada kulihat Pada Hamba itu :Melainkan Allah Taala Zahir dan Bathinnya.
    Abu Bakar berkata: tidak kuliahat sesuatu Pada hamba: malainkan allah taala dahulunya.
    Umar Berkata :tidak kulihat sesuatu Pada Hamba: Melainkan Allah Taala sertanya.
    Usman Berkata :Tadak kulihat sesuatu Pada Hamba :Melainkan allah Taala Dalamnya.
    Syaidina ali berkata:tidak kulihat sesuatu Pada hambanya Melain kan Allah Kemudiannya.
    Sesungguh nya kita berasal dari Allah. Apa bila Berasal dari allah Pasti adalah Allah. Allah Taala alzahir : yang disipatinya Lahaula walaku wata illa billah il ali helazim. Apabila tidak bias menya takan yang zahir . apa lai Mmenyatakan yang Batin. Sebenar nya Allah Taala Cuma pinjam Nama saja yaitu: nama > ahmad . nama: Nor Muhammad,Nama Adam. Dan Nama2 kita semua.
    Sebenarnya Manusia itu tinggal cerita saja.
    Sipat. Ujud Artinya Ada Mustahil tiada Ber arti nyata ada. Lawannya mustahil Adam: artinya Tiada. Jadi siapa yang ada?
    Contuh Laisa: rupa ,suara, kelakuan, dan sidik jari . ada yang samada seluruh alam dunia ataupun di akhirat .

    Itulah yang di sebut Mnusia.
    Missal: ada tubuh ada roh saja: coma bisa bernapas saja .suara .pendengaran, kata2 tdk bisa. Kalau ada tubuh ada roh ada allah. Maka sempurnalah semuanya sebagai manusia. Pi Ahsani Takwin.
    Itulah Yang di Namai Umat muhaammad Hammba Allah
    Kebanyakan Orang yang terdinding dengan allah karena sangat dekatnya.ahirnya tidak kenal. Dikiranya allah Ta’ala ada di atas langit Habarnya Waktu mi’rat Nabi bertemu dengan Allah Di sidratul Muntaha. Dianggapnya Allah Taala batinggal di ataslangit. Sebenarnya dimana hambanya berada disitulah allah. Kebanyakan orang Memaham Allah satu Bersama sama menyembahnya bukan begitu kalau begitu missal ada seribu orang yang kenal :akan bias di perkenalkan. Allah itu sangat bisa dikeanal Tetapi tidak bisa di perkenalkan sepada siapa pun Karena sipatnya Laisa tidak sama satu sama lainnya., Kepada ujud Hambanya. Tubuh ,jawa, allah Ta’ala satu batang tubuh. Masing di beri sesambahan. Mulai biajal kita.
    Jadi kita sembahyang itu allah Ta ala Memuji dirinya . puji kadim Bagi Kadim Atau puji allah bagi allah Bagi Yang sudah kenal .kalau belum kenal .Puji Muhadas Pada muhaddas. Ampun Ma af Mudah2 an Bermampatat Bagi diri saya dan keluarga. dan besar mampaatnya untuk sahabat rekan2 dan Orang lain.
    Amin.3

    Wassalam
    Tahjudin.
    Balikpapan

    • hamba allah Says:

      asalamualaikum..bagaimana amalan tiap hari biar qta semakin dekat dgn allah pak tajudin tlng bls diemail saya pak.klo blh skalian mta no hp pak trmksh.

  5. Tahjudin Says:

    CARA MEMANDANG (musyahadah) tauhid sifat ialah memandang dengan mata bathin dan keyakinan , bahwa semua sifat seperti qudrat (kuasa), iradat (kehendak), ilmu, hayat (hidup), sama’ (mendengar), bashar (melihat) dan kalam (berkata-kata) berdiri pada Zat-Nya dan bahwa semua sifat tersebut ada Sifat Allah. Sebab pada hakikatnya tiada ada zat yang bersifat dengan sifat tersebut, melainkan Zat Allah .

    Tetapi penyandaran sifat tersebut kepada mahluk hanya bersifat majazi (metafora) bukan hakikat. Karena itu, semua sifat yang ada pada mahluk merupakan mazhar (kenyataan) Sifat Allah.

    Apabila sudah benar benar yakin (tahqiq) dalam memandang dengan cara demikian , niscaya segala sifat mahluk fana’ didalam Sifat Allah. Yakni tidak mendengar melainkan dengan Pendengaran Allah, tidak melihat melainkan dengan Penglihatan Allah, tidak mengetahui melainkan dengan Ilmu Allah, tidak hidup melainkan dengan hayat Allah dan tidak berbicara melainkan dengan kalam Allah. Dengan demikian semakin jelas bahwa semua sifat yang dimiliki mahluk berasal dan tercitra dari sifat Allah. Sebagai mana hadist qudsi :

    ” Orang-orang yang mendekatkan diri, tidak merasa dekat dengan KU kalau hanya melaksanakan apa yang Aku wajibkan kepada mereka, melainkan mereka juga melaksanakan ibadah ibadah sunah sehingga Aku mencintainya. Maka jika Aku mencintainya niscaya Aku adalah pendengarannya yang dengan itu dia mendengar , penglihatannya yang dengan itu dia melihat, lidahnya yang dengannya dia berkata-kata.

    Tanganya yang dengannya ia memegang, kakinya yang dengannya dia berjalan, dan dengan hatinya yang dengannya dia bercita cita.”Cara yang harus ditempuh untuk mencapai tajalli (penyingkapan) sifat adalah dengan memandang sifat-sifat hamba menjadi fana’ (hilang) disebabkan oleh sifat sifat Allah. Memulainya dengan sifat pendengaran yang terasa diri hamba. Yakinkan dalam hati bahwa pendengaran hamba lenyap dibawa Pendengaran Allah, pendengaran hamba tidak memiliki wujud yang hakiki sementara yang memiliki pendengaran hakiki hanyalah Allah. Jika hati telah mantap dalam proses tajali
    sifat dan telah yakin pada sifat pendengaran tersebut, maka teruskan pada sifat sifat yang lainnya dengan cara bertahap, selangkah demi selangkah seperti pada sifat bashar, kalam, ilmu, iradat, ‘athaun (memberi) dan man’un (menahan).

    Dan bila hal itu sering dipraktekan maka hilanglah semua sifat karena yang nampak hanya Sifat Allah. Selanjutnya pandanglah dalam kehidupan sebagai perwujudan Sifat Allah, karena hanya Dia yang hidup (hayyun). Dengan demikian nyatalah bahwa tiada yang kecuali Allah.

    Ketika seseorang telah berhasil mencapai maqam fana’ , selanjutnya akan naik pada maqam baqa’ bisifatillah. Dan ketika seseorang berhasil melalui tahapan ini berarti ia telah memperoleh kemenangan, yakni mengenal sifat Allah. Dan ketika itu pula berarti telah mencapai fana fi sifatillah dan baqa bi sifatillah, dan selanjutnya Allah akan pembukakan pintu rahasia sifat sifat Allah yang mulia.

    Pencapaian maqam baqa’ pada tauhidus sifat merupakan cita cita dan harapan para salikin (pejalan) . Dan maqam ini pula yang menjadi idaman dan dambaan setiap pencinta tuhan. Karenanya maqam ini sering kali menjadi terminal perhentian dalam puncak pencapaian para anbiya dan aulia. Karena tidak ada yang dapat mencapai maqam ini melainkan Nabi Muhammad SAW . dan beberapa anbiya’ dan para aulia yang dibawah
    bimbingannya.

    Untuk menuju tajalli sifat, harus melalui proses satu persatu atau berangsur angsur (tadrij). Dalam mengamalkannya tidak boleh dilakukan sekaligus, tetapi harus melalui tahapan. Hal ini harus dilakukan supaya tidak kaget tatkala memandang sifat tuhan yang hakiki. Sebab sifat sifat itu tidaklah memiliki hakikat yang sama ada yang lembut , keras, lebih keras bahkan ada keras sekali sehingga upaya kefanaan di hadapan sifat sifat Ilahi juga bertingkat.

    Dengan demikian, Proses tadrij dalam hal ini menjadi penting karena dapat mematangkan diri untuk mengenal masing masing sifat Allah . Dengan kata lain, seorang salik dalam mengenal secara mendalam sifat sifat Allah, karena pengenalannya satu persatu hingga yakin. Maka ketika hati sudah yakin niscaya akan semakin kuat dan tidak goyah pada saat membahas tajali zat. Karena tidak memungkinkan seseorang menanggung tajali zat sebelim tamkin atau tetap pada tajali sifat didalam hati.

    Seorang salikin yang telah mencapai maqam ini niscaya akan menjadi khalifatullah di muka bumi. Saat itu, Allah akan menugaskannya sebagai Duta Allah untuk menjaga hukum hukum Allah di muka bumi. Dan Allah akan memberikan balasan serupa membebaskannya dari segala hukuman. Keadaan ini bisa umpamakan dengan Adam as yang telah dijadikan Alla sebagai khalifah di bumi ini, sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran:

    Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
    “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. … (Al Baqarah:30)

    Khalifah yang dimaksud disini adalah sosok yang akan mewakili Allah menegakan hukum hukumNya di bumi. Tentu saja penunjukan sebagai khalifah Allah ini atas kehendak Nya. Allah juga mengajari tentang semua rahasia yang ada di langit maupun di bumi sebagai bekalnya.

    Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda)
    seluruhnya,…. (Al Baqarah:31)

    Kemudian Allah juga memberi petunjuk kepada hamba yang menjadi khalifah Nya, sehingga dapat mengetahui segala sesuatu yang nyata dan tersembunyi, karena ia telah dipilih secara langsung oleh Nya untuk menduduki posisi penting sebagai khalifah.

    Tauhidul Asma ialah mengesakan Allah pada segala nama, Yaitu meng-Esa-kan yang dinamakan. Semua asma kembali kepada yang maujud, yaitu Allah.
    Tata cara mengesakan Allah pada asma-Nya adalah dengan cara memandang, baik dengan mata lahir maupun mata hati. Bahwasanya semua asma kembali kepada asma Allah. Maksudnya, semua yang memiliki nama di alam semesta ini merupakan manifestasi asma yang menuntut wujud musamma (yang diberi nama). Pada hakikatnya tiada yang maujud kecuali hanya Allah. Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah manifestasi zat yang satu (Allah). Wujud alam semesta ini pada dasarnya bersifat imajinatif ilustratif yang disandarkan kepada wujud Allah.
    Hakikat Nama
    Semua asma atau nama kembali kepada yang maujud, yaitu Allah. Dan wujud Allah itu berdiri pada segala asma dan nampak sebagai perwujudan-Nya. Namun penampakan tersebut bukan dalam pengertian ittihad dan hulul. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah SWT dari yang dimisalkan dalam paham ittihad dan hulul.

    Ittihad adalah penyatuan hamba dengan Allah atau disebut panteisme. Dalam terminologi Jawa, ittihad disebut “Manunggaling kawulo lan Gusti”. Sedangkan Hulul adalah penjelmaan Allah pada makhluk. Menurut Ahli Kasyfi, paham ittihad dan hulul masih mulahid (bermakna ganda) dan belum muwahid, karena masih terjadi dualisme antara hamba dan Tuhan yang menyatu.

    Pemahaman tentang tauhidul asma dapat digambarkan melalui ilustrasi berikut. Ada sebuah kaca yang di atasnya ditulis dengan tinta merah, tinta kuning dan tinta hijau. Kaca tersebut kemudian diletakkan di antara langit dan bumi yang di atasnya terdapat cahaya matahari. Dengan posisi kaca seperti itu kita akan melihat cahaya matahari tertulis di bumi dengan aneka ragam warna; merah, kuning dan hijau. Padahal cahaya matahari hanya satu, tidak berpindah dan tidak terpisah dari zat matahari. Demikianlah gambaran tentang hakikat asma. Bahwa nama-nama yang berbeda pada dasarnya dari sumber yang satu.

    Setiap salikin harus hati-hati, agar tidak tergelincir dalam pemahaman yang salah, sebagaimana paham ittihad dan hulul. Karena itu, sangat dibutuhkan seorang Mursyid yang rasikh, yaitu guru yang memiliki kedalaman ilmu tauhid dan hakikat yang dapat membimbing perjalanannya sehingga terhindar dari kesesatan.

    Nama dan Wujud
    Bagi siapa pun yang berhasil memahami tingkatan Tauhidul Asma, maka Tajalli Haq Allah padanya yang membuat sirna dan binasa wujudnya di dalam lautan wujud Ahdiyat-Nya (ke-Esa-an Allah).

    Syekhuna al Alim al Allaamah an Nar al Muharraqah Maulana as Syekh Abdullah bin Hijazi as-Syarqawi al-Mishri rahimahullah di dalam Syarah Ward As-Sahr menyatakan, “Apabila Allah bertajalli dengan asma-Nya maka akan nampak pada hamba, niscaya akan melihat segala alam semesta semuanya diri Haq Ta’ala.” Artinya, semua perwujudan alam semesta berdiri dengan qayumiyah-Nya dan kekal-Nya. Bahwa akwan (realitas alam semesta ) adalah perwujudan-Nya. Wujud akwan tidak dapat berdiri sendiri, sehingga eksistensi akwan merupakan tempat persandaran-Nya. Karena itu, apabila ingin menyaksikan wujudullah, maka pandanglah alam semesta ini sebagai perwujudan-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran: “Barang di mana ada kamu maka adalah di sana wujud Allah.” (Al Baqarah: 115)

    Ayat tersebut menegaskan bahwa ke mana pun seseorang menghadapkan wajah, hati, ruh, dan akalnya, di sanalah wujud Allah. Maka tidak heran bila terkadang seorang salikin mengeluarkan perkataan suthuh (perkataan yang mabuk), yakni perkataan yang tidak bisa diterima oleh syara’. Sebab pada diri orang yang tenggelam dalam musyahadah, niscaya akan memandang alam semesta ini sebagai perwujudan Allah yang mutlak. Seperti kata Syekh Abdul Karim al Halili qs. “Seorang hamba akan terlepas hijab pandangannya dalam memandang makhluk dengan sebab memandang Haq Allah. Maka ketika itu, ia akan mengatakan: Tiada yang maujud di dalam wujud ini melainkan wujud Allah. ”

    Orang yang demikian itu adalah orang yang sedang suthuh (mabuk), dan tenggelam dalam wujudullah. Sebagaimana yang terjadi pada al-Hallaj. Karena itu, Sulthanul Auliya Maulana as Syekh Abdul Qadir al Jilani qs. berkata, ”Jikalau al Halaj hidup pada zamanku niscaya aku akan menyelamatkannya, yakni akan aku protes hukuman pancung yang dijatuhkan kepadanya.”

    Dalam memahami tauhidul asma terdapat dua konsep yaitu jami’ dan mani’. Jami’, artinya mengumpulkan semua nama dan kembali kepada yang satu. Konsep ini sering disebut Syuhudul Katsrah Fil Wahdah, yakni memandang yang banyak (alam semesta) pada yang satu (Allah). Maksudnya bahwa alam semesta ini berasal dari zat Allah yang satu (tiada dari yang lain).

    Sedangkan konsep mani’ berarti menahan dari selain zat Allah sebagai mazhar-Nya, yaitu berasal dari zat Allah sebagai sumber sekalian alam. Konsep ini sering disebut Syuhudul Wahdah Fil Katsrah, yakni memandang yang satu (Allah) pada yang banyak (alam semesta).

    Dengan demikian seluruh isi alam semesta ini bermula dari Allah dan berakhir pun kembali kepada Allah. “Dan bagi Allah Ta’ala jua permulaan segala pekerjaan dan kepada-Nya dikembalikan mereka itu.” (Al Hadid: 5)

    Karena itu, bila ingin melihat perwujudan Allah yang bersifat al-Kariim (mulia), maka lihatlah perwujudan hamba yang memiliki sifat mulia tersebut. Begitu pula, apabila ingin melihat sifat Allah as-Shabuur (yang penyabar), maka lihatlah perangai hamba yang memiliki sifat penyabar. Karena sesungguhnya orang yang berperangai mulia dan sabar tersebut adalah perwujudan asma-Nya yang bernama al-Kariim dan as-Shabuur. Dan pada tiap-tiap yang bernama pasti beserta yang memberi nama. Karena itu pandanglah bahwa semua nama di alam semesta sebagai mazhar asma Allah.

    Dalam hal ini, seorang Arif billah berkata, “Tiada bagi Allah sifat yang berdiri kepada-Nya dan yang bertambah atas-Nya sebagaimana sifat ma’ani yang sesungguhnya, yang ada baginya itu asma jua.”

    Pendapat Arif billah di atas di dasari oleh dalil naqli dan dalil aqli. Dalil Naqli yaitu Al Quran dan Hadis. Di dalam Al Quran dan Hadis telah dijelaskan bahwasanya Allah mempunyai beberapa asma yang baik. “Dan bagi Allah Ta’ala itu beberapa nama yang banyak maka minta do’alah kamu kepada-Nya dengan dia(asma).” (Al A’raf: 180).
    Dan sabda Nabi Saw.:
    وَاِنَّمَا تَدْعُوْنَ مَنْ هُوَ سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ مُتَكَلِّمٌ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَمَا كُنْتُمْ .
    “Dan hanya sanya yang kamu seru itu Tuhan yang mendengar lagi amat melihat lagi yang berkata-kata padahal Ia serta kamu barang di mana ada kamu.”

    Sedang dalil Aqli adalah akal. Bahwasanya Allah tidak bisa disifatkan, sebagaimana sifat-sifat biologis pada makhluk. Karena kalau Allah memiliki sifat sebagaimana sifat makhluk, berarti Allah itu majhul (bodoh). Padahal Allah lebih ma’rifah dari segala ma’rifah. Allah tidak butuh sifat untuk memperkenalkan dirinya atau mengenal dirinya.

    Tauhidul Asma adalah maqam ke dua yang dianugerahkan Allah pada salikin, atau kepada orang yang majdub, untuk mencapai martabat ‘arifin. Maqam ini juga sebagai natijah atau faidah dari maqam yang pertama (Tauhidul Af’al). Maqam ini pula yang akan menyampaikan seseorang kepada maqam yang di atasnya, maqam ketiga, yaitu Tauhidus Sifat.

    Semoga kita senantiasa mendapat bimbingan untuk sampai kepada Allah melalui tangga-tangga tauhid.
    Wallahu a lam
    mudah2an ber mampaat.

  6. Tahjudin Says:

    Kitab Barencong
    DATU SANGGUL DAN KITAB BARENCONG

    Menurut riwayat, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari pernah bertemu dengan Datu Sanggul sewaktu masih menuntut ilmu di Mekkah. Dalam beberapa kali pertemuan tersebut, keduanya kemudian sharing dan diskusi masalah ilmu ketuhanan. Hasil dari diskusi mereka tersebut kemudian ditulis dalam sebuah kitab yang oleh orang Banjar dinamakan kitab Barencong. Siapakah Datu Sanggul?
    Berdasarkan tutur lisan yang berkembang dalam masyarakat dan beberapa catatan dari beberapa orang penulis buku, sepengetahuan penulis setidaknya ada tiga versi yang menjelaskan tentang sosok dan kiprah Datu Sanggul.
    Versi Pertama menyatakan bahwa Datu Sanggul adalah putra asli Banjar. Kehadirannya menjadi penting dan lebih dikenal sejarah lewat lisan dan berita Syekh Muhammad. Arsyad yang bertemu dengannya ketika beliau masih belajar di Mekkah. Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa Datu Sanggul pernah berbagi ilmu dengan Syekh Muhammad Arsyad dan melahirkan satu kitab yang disebut dengan kitab Barencong yang isinya menguraikan tentang ilmu tasawuf atau rahasia-rahasia ketuhanan dan sampai sekarang masih menjadi bahan perdebatan serta diragukan keberadaannya, karena tidak pernah ditemukan naskahnya. Namun walaupun demikian pengertian dari kitab Barencong itu sendiri dapat kita tinjau dan pahami dari dua sisi, yakni pemahaman secara tersurat dan secara tersirat. Secara tersurat boleh jadi kitab tersebut memang ada, berbentuk seperti umumnya sebuah buku dan ditulis bersama sebagai suatu konsensus keilmuan oleh Syekh Muhammad Arsyad dan Datu Sanggul (hal ini menggambarkan adanya pengakuan dari Syekh Muhammad Arsyad akan ketinggian ilmu tasawuf Datu Sanggul).
    Kemudian secara tersirat dapat pula dipahami bahwa maksud kitab Barencong tersebut adalah simbol dari pemahaman ketuhanan Syekh Muhammad Arsyad yang mendasarkan tasawufnya dari langit turun ke bumi dan simbol pemahamanan tasawuf Datu Sanggul dari bumi naik ke langit. Maksudnya kalau Syekh Muhammad Arsyad belajar ilmu ketuhanan dan tasawuf berdasarkan ayat-ayat Alquran yang telah diwahyukan kepada Nabi Saw dan tergambar dalam Shirah hidup beliau, sahabat dan orang-orang sholeh sedangkan Datu Sanggul mengenal hakikat Tuhan berdasarkan apa-apa yang telah diciptakan-Nya (alam), sehingga dari pemahaman terhadap alam itulah menyampaikannya kepada kebenaran sejati yakni Allah, karena memang pada alam dan bahkan pada diri manusia terdapat tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi mereka yang mentafakurinya. Dengan kata lain ilmu tasawuf Datu Sanggul adalah ilmu laduni yang telah dikaruniakan oleh Allah kepadanya. Karena itulah orang yang ingin mempelajari ilmu tasawuf pada dasarnya harus menggabungkan dua sumber acuan pokok, yakni berdasarkan wahyu (qauliyah) dan berdasarkan ayat-ayatNya “tanda-tanda” (qauniyah) yang terpampang jelas pada alam atau makhluk ciptaanNya.
    Versi Kedua, menurut Zafri Zamzam (1974) Datu Sanggul yang dikenal pula sebagai Datu Muning adalah ulama yang aktif berdakwah di daerah bagian selatan Banjarmasin (Rantau dan sekitarnya), ia giat mengusahakan/memberi tiang-tiang kayu besi bagi orang-orang yang mendirikan masjid, sehingga pokok kayu ulin besar bekas tebangan Datu Sanggul di Kampung Pungguh (Kabupaten Barito Utara) dan pancangan tiang ulin di pedalaman Kampung Dayak Batung (Kabupaten Hulu Sungai Selatan) serta makam beliau yang panjang di Kampung Tatakan (Kabupaten Tapin) masih dikenal hingga sekarang. Salah satu karya spektakulernya yang masih dikenang hingga kini adalah membuat tatalan atau tatakan kayu menjadi soko guru masjid desa Tatakan, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Sunan Kalijaga ketika membuat soko guru dari tatalan kayu untuk masjid Demak. Tidak ada yang tahu siapa nama asli tokoh ini, sebutan Datu Sanggul adalah nama yang diberikan oleh Syekh Muhammad Arsyad ketika beliau menjawab tidak memakai ilmu atau bacaan tertentu, kecuali “hanya menjaga keluar masuknya nafas, kapan ia masuk dan kapan ia keluar”, sehingga dapat secara rutin pulang pergi sholat ke Masjidil Haram setiap hari Jumat.
    Versi ketiga, berdasarkan buku yang disusun oleh H.M. Marwan (2000) menjelaskan bahwa nama asli Datu Sanggul adalah Syekh Abdus Samad, ia berasal dari Aceh (versi lain menyebutkan dari Hadramaut dan dari Palembang). Sebelumnya Datu Sanggul sudah menuntut ilmu di Banten dan di Palembang, ia menjadi murid ketiga dari Datu Suban yang merupakan mahaguru para datu yang ahli agama dan mendalami ilmu Tasawuf asal Pantai Jati Munggu Karikil, Muning Tatakan Rantau. Informasi lain yang berkembang juga ada yang menyatakan bahwa nama asli Datu Sanggul adalah Ahmad Sirajul Huda atau Syekh Jalil. Datu Sanggul atau Syekh Abdus Samad satu-satunya murid yang dipercaya oleh Datu Suban untuk menerima kitab yang terkenal dengan sebutan kitab Barincong, beliau juga dianggap memiliki ilmu kewalian, sehingga teristimewa di antara ketigabelas orang murid Datu Suban.
    Datu Sanggul lebih muda wafat, yakni di tahun pertama kedatangan Syekh Muhammad Arsyad di Tanah Banjar. Berkat keterangan Syekh Muhammad Arsyad-lah identitas kealiman dan ketinggian ilmu Datu Sanggul terkuak serta diketahui oleh masyarakat luas, sehingga mereka yang asalnya menganggap “Sang Datu” sebagai orang yang tidak pernah shalat Jumat sehingga tidak layak untuk dimandikan, pada akhirnya berbalik menjadi hormat setelah diberitakan oleh Syekh Muhammad Arsyad sosok Datu Sanggul yang sebenarnya.
    Banyak cerita yang lisan yang beredar di masyarakat berkenaan dengan keramat Datu Sanggul. Diceritakan bahwa Kampung Tatakan pernah dilanda Banjir, akibat hujan lebat, sehingga jalan-jalan di Kampung tergenang oleh air. Pas ketika hari Jumat, biasanya orang kalau mengambil air wudhu di sungai yang mengalir, dengan duduk di batang. Tetapi ketika Datu Sanggul datang dan berwudhu dalam penglihatan orang-orang di masjid beliau menceburkan diri ke sungai, tetapi anehnya ketika naik, badan beliau tidak basah.
    Jamaah Masjid juga pernah menyaksikan ketika shalat, dalam beberapa menit tubuh Datu Sanggul melayang di udara dan hilang dari pandangan orang banyak. Riwayat juga ada menceritakan tentang berpindah-pindahnya kuburan dari Datu Sanggul dari beberapa tempat, sampai yang terakhir di Tatakan.
    Berdasarkan paparan di atas menjadi satu catatan penting, untuk menggagas kembali penelitian sejarah yang mengungkapkan riwayat hidup tokoh sentral masyarakat Tapin ini secara detail, guna melengkapi dan memperkaya khazanah tulisan-tulisan yang sudah ada mengenai riwayat hidup, sejarah perjuangan dan kiprah beliau di Bumi Kalimantan, seperti “Riwayat Datu Sanggul dan Datu-Datu” oleh sejarawan Banjar Drs. H. A. Gazali Usman, atau pula “Manakib Datu Sanggul”, oleh H.M. Marwan. Tenut saja, agar generasi yang hidup di masa sekarang dan masa mendatang tidak pangling terhadap sejarah dan tokoh yang menjadi “maskot” daerah mereka. Dalam artian bukan maksud untuk mengagung-agungkan apalagi mengkultuskan mereka, tetapi untuk mengikuti jejak hidup, perjuangan dan akhlak postif sesuai prinsip ajaran agama yang telah ditorehkannya. Wallahua’lam.

  7. Tahjudin Says:

    Wa alikum salam.
    Hadis Qudsi Adalah Perkataan Allah Lang sung Kepda Nabi/atau perkataan sir/rahasia.tampa melewati jibril. Langsung dari –
    allah dan hamba.haq kepada Ahlinya untuk dirawikan
    Hadis Qudsi menempati kedudukan paling istimewa setelah Al-Quran. Hampir tak ada bedanya dengan Al-Quran, hadis qudsi adalah ungkapan langsung atau sapaan Allah kepada hamba-Nya melalui lisan Nabi. Dalam hadis qudsi , Tuhan selalu menyatakan diri sebagai ?Aku? dan menyapa hamba-Nya sebagai ?Engkau?, sehingga hubungan ?Aku dan Engkau?terasa begitu akrab dan hangat. Jalinan keintiman ini, pada gilirannya, membuat hadis qudsi lebih bisa menguak berbagai rahasia sisi keilahian-Nya di satu sisi, dan rahasia kehidupan makhluk di sisi lain.
    Karena itu, wajarlah kalau kemudian hadis qudsi lebih banyak dijelaskan para sufi. Bahkan bisa dikatakan bahwa hadis qudsi merupakan sumber inspirasi terbesar mereka setelah Al-Quran. Mereka kerap mendasarkan ajaran-ajaran utama mereka pada hadis qudsi . Atas jasa mereka, berbagai makna yang tak terkira dari sapaan Ilahi itu bisa kita nikmati.
    Salah satu penjelasan alternative terhadap hadis qudsi yang jarang diungkap adalah penjelasan langsung (syarah) para perawinya. Di antara para perawi (ahli hadis) ada juga yang sekaligus ahli sufi, seperti Jalaluddin Al-Suyuthi, Zakaria Al-Anshari, Ibn Qayyim Al-Jauzi dan seterusnya. Bahkan, selain mendalam, penjelasan mereka memiliki dasar kekuatan yang jauh lebih tinggi: otoritas sanad (rangkaian perarwi hadis ) yang sampai kepada nabi SAW.

    Salam Tahjudn

  8. Tahjudin Says:

    Ma’rifatullah ialah/dan Hadist Qudsi
    Mengenal Allah SWT. Pada Zat-Nya, pada Sifat-Nya, pada Asma’-Nya dan pada Af’al-Nya.
    1. AWALUDINMA’RIFATULLAH
    AWAL AGAMA MENGENAL ALLAH
    2. LAYASULSHALATILLABINMA’RIFATULLAH
    TIDAK SYAH SHOLAT TANPA MENGENAL ALLAH
    3. MANARAFANAFSAHUFAKATARAFARABBAHU
    BARANG SIAPA MENGENAL DIRINYA DIA AKAN MENGENAL TUHANNYA
    4. ALASTUBIRAFBIKUMQOLUBALASYAHIDENA
    BUKANKAH AKU INI TUHANMU ? BETUL ENGKAU TUHAN KAMI, KAMI MENJADI SAKSI (Q.S AL-‘ARAF 172)
    5. ALINSAANUSIRRIWAANNASIRRUHU
    MANUSIA ITU RAHASIAKU DAN AKULAH RAHASIANYA
    6. WAFIAMFUSIKUMAFALATUBSIRUUN
    AKU ADA DI DALAM JIWAMU MENGAPA KAMU TIDAK MEMPERHATIKAN
    7. WANAHNUAKRABIMINHABILWARIZ
    AKU LEBIH DEKAT DARI URAT NADI LEHERMU
    8. LAATAKBUDURABBANALAMYARAH
    AKU TIDAK AKAN MENYEMBAH ALLAH BILA AKU TIDAK MELIHATNYA LEBIH DAHULU
    HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH
    Pada alam Raibul Ruyub yaitu dalam keadaan antah berantah pada zat semata-mata yaitu pada belum ada awal dan belum ada akhir, belum ada bulan, belum ada matahari, belum ada bintang belum ada sesuatu. Malahan belum ada tuhan yang bernama Allah, maka dalam keadaan ini, diri yang empunya zat tersebut ialah mentajalikan diri-Nya untuk memuji diri-Nya

    Lantas ditajali-Nya-lah Nur Allah dan kemudian ditajali-Nya pula Nur Muhammad yaitu insan kamil, yang pada peringkat ini dinamakan anta ana, ana anta. Maka yang empunya zat bertanya kepada Nur Muhammad dan sekalian roh untuk menentukan kedudukan dan taraf hamba.

    Lantas ditanyakannya kepada Nur Muhammad, apakah Aku ini Tuhanmu? Maka menjawablah Nur Muhammad yang mewakili seluruh roh, ya Engkau Tuhanku. Persaksian ini dengan jelas diterangkan dalam Al-Qur’an surat Al-‘Araf 172.

  9. aminuddin idrus Says:

    Salamm,

    Saya berminat dengan tulisan Tahjudin Berkata.

    Boleh dapatkan emailnya.

    Wsalam

    Amin

  10. hinakelana414 Says:

    Assalamualaikum bismillahi awl wal akhir

    Salam dapmai penuh ridhoya semoga tercurah kepada Baginda raja diraja alam semesta (rahmatan fil alamin…..Rosullullah Muhammad saw…

    Saya minta izin untuk bagi saudaraku berabgi ilmau…

    wasalam yang indah..indah ajadehhh

    Yang tercerahakan….

    Hinakelana414

  11. prabu Says:

    saya tertarik sama tulisan ini, ku unduh ya

  12. dezta Says:

    duch saya msih bingung tentang mengenal diri kta

  13. muchlis Says:

    Assalamu’alaikum….

    Kepada saudarku tahjudin mohon dijelaskan secara rinci cara pemakain sehari-hari mengenai

    KESUCIAN KUNCI UTAMA
    1. MANDI JUBUB ZAHIR BATIN sesuai cara dan niat
    2. ISTNJAZAHIR BATHIN sesuai cara,dan niat
    3. WUDHU ZAHIR BAHTIN sesuai cara dan niat
    4. SYAHADAT ZAHIR BATHIN sesuai dgn 4 tauhid ke esaan.+ rasa &syir

    Mohon dikirim ke email balikpapan_prx@telkom.net

  14. muchlis Says:

    Assalamu’alaikum…

    Saya boleh dijelaskan secara detai tentang tata cara atau cara pemakaian sehari2 mengenai
    KESUCIAN KUNCI UTAMA
    1. MANDI JUBUB ZAHIR BATIN sesuai cara dan niat
    2. ISTNJAZAHIR BATHIN sesuai cara,dan niat
    3. WUDHU ZAHIR BAHTIN sesuai cara dan niat
    4. SYAHADAT ZAHIR BATHIN sesuai dgn 4 tauhid ke esaan.+ rasa &syir

    Mohon dikirim ke email balikpapan_prx@telkom.net

    Boleh dapatkan emailnya.

    Wsalam

    Amin

  15. majalahababil Says:

    assalamualaikum , izinkan kami menyampaikan majalah terbaru kami

    http://www.4shared.com/document/BqBzJc_J/Majalah_Ababil_Edisi_5_Juli_20.htm

  16. al-ikhwan Says:

    saya sangat bangga dan mengucapkan syukur kehadirat Allas SWT setelah saya membaca uraian-uraian diatas tentang rahasia2 ketuhanan .dan saya sangat berterima kasih kepada saudara Tahjudin dan harapan saya semoga kita dapat diprtemukan kapan saja.

  17. zulfiqar Says:

    Belum menembus rahasia diri bahasannya pak.

  18. ari sudin Says:

    Assalamu’alaikum…

    Saya boleh dijelaskan secara detai tentang tata cara atau cara pemakaian sehari2 mengenai
    KESUCIAN KUNCI UTAMA
    1. MANDI JUBUB ZAHIR BATIN sesuai cara dan niat
    2. ISTNJAZAHIR BATHIN sesuai cara,dan niat
    3. WUDHU ZAHIR BAHTIN sesuai cara dan niat
    4. SYAHADAT ZAHIR BATHIN sesuai dgn 4 tauhid ke esaan.+ rasa &syir

  19. chozin asror Says:

    ya benar apa yg abang tulis.tarekat untuk pemersatuan ummat.juga masuk dalam fastabihul khoirot.lam kenal kpd saudara seiman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: